We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Walk Alone

Walk Alone

  • WpView
    Reads 140,924
  • WpVote
    Votes 7,464
  • WpPart
    Parts 40
WpMetadataReadComplete Mon, Jun 3, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Reputasi kakakku yang populer di sekolah tak membuat aku juga ikutan menjadi anak populer. Banyak orang mungkin bertanya tanya, bahkan aku sendiri pun sering mempertanyakan hal ini pada diriku sendiri, kenapa aku berbeda diantara kedua kakakku? Aku selalu berjalan sendirian dibanding mereka yang selalu mempunyai banyak teman, pacar dan segalanya disekililing mereka. Tidak masalah. Aku sudah terbiasa sendiri. Namun lama kelamaan, akan ada saatnya aku bosan dengan kesendirian. Dan saat itulah orang orang itu datang menghampiri hidupku. Membuatku sadar bahwa ternyata hidupku tidak sedatar yang aku kira. Didalamnya juga terdapat rasa pahit dan manis. Dan mereka membantuku untuk merasakannya. Lalu akhirnya aku sadar akan sesuatu, bahwa selama ini aku tidak perlu berlama lama menunggu mereka datang untuk menghias hidupku. Karena selain mereka, Aku sudah memiliki beberapa orang yang mencoba membantuku untuk tersenyum tanpa aku sadari dari dulu.
All Rights Reserved
#10
highschoolife
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JAM 3 SORE
  • Cinta Dan Senja
  • [SUDAH TERBIT] I Like My Brother
  • Hati yang Membingungkan
  • Maaf, Aku Terlambat END✅
  • Manga X Sis
  • Love's illusion
  • As Time Allows
  • DEVIAN [END]
  • CRUSH | SO JUNGHWAN ✅

JANGAN LUPA FOLLOW DAN VOTE SETELAH MEMBACA‼️ 🌥️🌥️🌥️ Jam tiga sore. Hujan turun pelan-pelan. Langit kelabu, suara kelas yang riuh, dan satu orang yang selalu duduk di belakangnya. Berisik, nyeleneh, dan nyebelin. Tapi entah kenapa Naya tak pernah terganggu sedikit pun. Naya tidak tahu kapan tepatnya Aksa mulai masuk ke pikirannya. Mungkin sejak kertas origami berbentuk kodok itu muncul atau tulisan miring Aksa yang berkata "Ini nggak bisa menggonggong, tapi bisa lompat ke hatimu." Awalnya dia mengira Aksa hanya cowok absurd yang suka gambar bebek pakai helm di dinding toilet sekolah. Tapi lama-lama... langkah kakinya jadi yang paling ia kenali. Diam-diam jadi yang paling ia tunggu. Mereka bukan kisah cinta yang gegap gempita. Tidak ada janji manis. Tidak ada gombal yang bikin meleleh, hanya obrolan aneh yang bisa membuat rindu terus bertahan. Membuat perasaan tumbuh seperti hujan-pelan, tapi pasti meresap. Kisah mereka cuma tentang momen-momen kecil yang ternyata besar. Tentang sosok yang nggak sempurna, tapi justru bikin dunia seseorang terasa lebih hidup. Tentang pertemuan yang tak disengaja, kenangan yang tak bisa hilang, dan jarak yang kadang hadir bukan karena ruang, tapi karena waktu dan keberanian yang tertunda. *********** Selamat menelusuri jejak rasa yang tak pernah benar-benar pergi. Selamat membaca-semoga kamu temukan dirimu di sela-sela kisah ini. Jangan lupa tinggalkan jejakmu-vote, komen, dan bagikan kisah ini agar rindu tak hanya menjadi milik kita ❤️ NOTE : DILARANG PLAGIAT‼️

More details
WpActionLinkContent Guidelines