Walk Alone

Walk Alone

  • WpView
    Reads 140,892
  • WpVote
    Votes 7,463
  • WpPart
    Parts 40
WpMetadataReadComplete Mon, Jun 3, 2019
Reputasi kakakku yang populer di sekolah tak membuat aku juga ikutan menjadi anak populer. Banyak orang mungkin bertanya tanya, bahkan aku sendiri pun sering mempertanyakan hal ini pada diriku sendiri, kenapa aku berbeda diantara kedua kakakku? Aku selalu berjalan sendirian dibanding mereka yang selalu mempunyai banyak teman, pacar dan segalanya disekililing mereka. Tidak masalah. Aku sudah terbiasa sendiri. Namun lama kelamaan, akan ada saatnya aku bosan dengan kesendirian. Dan saat itulah orang orang itu datang menghampiri hidupku. Membuatku sadar bahwa ternyata hidupku tidak sedatar yang aku kira. Didalamnya juga terdapat rasa pahit dan manis. Dan mereka membantuku untuk merasakannya. Lalu akhirnya aku sadar akan sesuatu, bahwa selama ini aku tidak perlu berlama lama menunggu mereka datang untuk menghias hidupku. Karena selain mereka, Aku sudah memiliki beberapa orang yang mencoba membantuku untuk tersenyum tanpa aku sadari dari dulu.
All Rights Reserved
#667
alone
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Me and My World
  • JAM 3 SORE
  • ASSYA (TERBIT)
  • Altatair✓ [Revisi]
  • CRUSH | SO JUNGHWAN ✅
  • Forbidden Love
  • M E M O R Y  (On Going)
  • Love's illusion
  • As Time Allows
  • DEVIAN [END]

Aku disini. Berdiri diantara hirup pikuk org yg berlalu lalang. Dan aku belajar banyak hal, Pertama aku sendirian. Kedua mereka tersenyum bahagia. Ketiga aku merasa kesepian. Dan tidak ada org yg memperhatikan. Aku menyadari beberapa orang telah memiliki pasangannya dan aku tetap sendiri dalam kesepian yang mendalam. Awalny hari ini tidak terlalu berat, aku hanya tidur didalam kamar dan membaca novel. Hari minggu ini menyenangkan, sampai akhirnya aku mengetahui bahwa saudara perempuanku bertunangan dan akan segera menikah dalam usianya yang sangat muda. Itu sebenarnya bukan salahnya. Hanya saja, aku merasa hanya aku yang tidak memiliki pasangan. Sedangkan semua temanku memilikinya. Dan itu membuat hatiku perih. Ya, entah sampai kapan kesendirian dan kesepian ini akan terus mengikutiku. Well, kepedihan hati ini, silahkan kalian tertawakan kisahku..... *untuk melindungi cerita, sebagian cerita di private. So you must follow me

More details
WpActionLinkContent Guidelines