Hati Yang Ditekuni

Hati Yang Ditekuni

  • WpView
    Membaca 16
  • WpVote
    Vote 2
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Okt 21, 2017
WpInfo
Non-fiksi
Bukan cerita bukan sajak juga puisi tapi ini hanya kumpulan kata yang mulai menyeruak didinding hati Ingin memendam namun sperti nya iya akan penuh dan berontak . Aku seseorang yang hampir selalu salah dalam mendiskripsikan apa yang ada dihati .. Jadi biarkan tulisan ini yang akan mengerti apa yang mulai menganggu siang malam ku dengan perasaan bodoh namun aku tekuni.. Yaaa aku si pencinta ulung namun tak pernah tau apa itu cinta.. Masih terpaut dengan doa.. Ada seseorang yang terus kusemogakan meski senyumnya saja tak pernah untuk ku ... Meski mengenalpun spertinya tidak ... Aku hanya seperti deretan nama planet yang pernah iya dengar dibangku sd nya.. Dan iya tak perlu mengetahui aku Siapa aku Bahkan kenapa aku ada didaftar nama yang pernah iya dengar
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • Air Mata Cinta
  • DikaRanggi
  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)
  • S E N A N D I K A ✔
  • Kitab Romancuk
  • Sahabat Jadi Cinta (RiFy)
  • Cinta Berbalut Puisi
  • Perjalanan Cintaku...
  • Mentarinya Sang Rembulan (Tamat)

❝Keputusan berat yang harus aku ambil, demi menjagaku juga menjagamu adalah menjauhimu. Bukan karena benci, tapi karena aku mencintaimu. Semata agar kau dan aku tidak terjerumus dalam syahwat yang hina.❞ Begitulah kutipan tulisan yang aku tulis dan kutujukan untuk seseorang, cinta pertamaku. Assalamu'alaikum ... aku Rania Andinadya. Jika kamu bertanya kisah ini mengisahkan tentang apa ... ini tentang perjalananku dalam menemukan hingga harus belajar mengikhlaskan cinta pertamaku. Aku, begitu mencintai dia. Namun anehnya, aku sama sekali tidak pernah berani mengungkapkan perasaanku padanya. Sampai suatu masa, ketika cintaku mulai terbalaskan, hidayah-Nya perlahan-lahan mengetuk pintu hatiku. Aku pun menyadari, aku dan dia tidak seharusnya sering berinteraksi, demi menghindari syahwat yang hina. Meski telah berhijrah, cintaku kepadanya masih sama. Dalam diam, aku tetap mencintai dan mendo'akan kebaikan untuknya. Tapi, siapa sangka takdir malah berkata lain. Setelah menjauhinya sebab cinta, ia telah menemukan pujaan hatinya. Lantas aku berusaha mengikhlaskan, meskipun ikhlas adalah suatu hal yang teramat pelik. Dan satu pertanyaan terus mengusik pikiranku ... mampukah aku mengikhlaskannya?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan