Place Fondest Memories

Place Fondest Memories

  • WpView
    Reads 1,401
  • WpVote
    Votes 250
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 24, 2017
Kisah ini menceritakan tentang 6 orang anak terlantar yang diasuh oleh seorang wanita yang memiliki rumah bersejarah yang diberi nama panti asuhan. Rumah ini sempat tidak ada penghuni setelah ke-6 anak ini di adopsi dan wanita itu meninggal. Setelah beberapa puluh tahun kemudian saat ke-6 anak ini sudah dewasa, rumah ini mengingatkan bahwa rumah ini adalah tempat kenangan terindah bagi mereka. Walaupun wanita yang sudah mengasuh mereka sudah tiada. Namun, rumah ini akan selalu menjadi tempat kenangan terindah. Place Fondest Memories New Version! By : Vanesa Joan Ananda copyright © 2016 by VanesaJA All Right Reserved
All Rights Reserved
#110
storyoflife
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rumah Kedua [COMPLETED]
  • ZONA BABYGIRL
  • Laa Tahzan
  • RADEN THE BEST PAPA [TERBIT]
  • MY HAPPINESS (END)
  • Bad Scene
  • Another Pain (END) ✔

⚠️Warning : story contains sex scenes, violence, harsh words, suicide, anxiety. ❝Tempat pulang terbaik adalah diriku sendiri.❞ Kisah sederhana tentang kehidupan Sabita, perempuan cantik dan mandiri yang selalu memberi kebaikan untuk orang lain. Banyak sekali pelajaran di cerita ini, terutama untuk mereka yang belum bisa move on atau melepaskan masa lalu. Bukan hanya itu, ada juga kisah persahabatan yang didalamnya terdapat cinta dan kebohongan. Cerita ini mengisahkan seseorang yang mencari tempat perlindungan dan rumah untuk bersandar. Mencari kesana-kemari tak juga mendapatkan seseorang yang tepat, Sabita malah mendapatkan luka baru lagi untuk yang kedua kalinya. Cerita ini sangat cocok dibaca oleh kalian yang masih dalam proses belajar mengikhlaskan karena kehilangan dan yang selalu mencari rumah kedua pada diri orang lain. Padahal nyatanya, kita hanya mempunyai diri sendiri sebagai tempat bersandar dan berlindung terbaik. Tidak ada yang spesial, hanya sekedar cerita sederhana yang memiliki konflik seperti di kehidupan nyata. ©iwannaseeursmile, 2022

More details
WpActionLinkContent Guidelines