Nyawa Cinta Dari Dia

Nyawa Cinta Dari Dia

  • WpView
    Reads 113
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadComplete Thu, Feb 11, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Nurul Asyifa Farhanna disahkan menghidapi barah otak. Biarpun baru di stage 1, tapi dia tetap risau. Bagaimana dengan famili dia? Adrayyan Ilyassa, remaja sebaya Syifa yang memerhatinya. Tujuannya satu. Kahwini Syifa! Ya, dia nekad. BACALAH KISAH YANG TAK SBERAPA NI. CERITA NI LAMA DAH SAYA BUAT. TAPI DIDALAM NI SAYA POTONG SIKIT PART YG SYA RASA UNIK DAN ISTIMEWA. HAHHAA.
All Rights Reserved
#160
aboutlove
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DEFENDER [End]
  • Dendam
  • Angel(o)
  • Arfan & Syeira
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • Did I wrong?
  • It's World. (ON GOING)
  •  Tunggu Aku Dirumahmu Ukhti
  • My Three Brothers [Terbit]
  • DISAPPEARED [COMPLETE]

©2019 Story by Dallas_93 . . . . . MY 1ST TEEN STORY Tak pernah ada kata terucap dari mulut Davian tentang apa yang selalu dilakukannya terhadap Safaa. Gadis cupu dan dicap sebagai nerd di SMA Pelita Bangsa yang selalu menjadi bahan bullyan di sekolahnya. Kalau Safaa dihina, Davian datang menghalau. Kalau Safaa disakiti, Davian datang menolong. Kalau Safaa dipermainkan, Davian datang menghentikan. Bahkan, ketika Safaa dipermalukan, tubuh tegap Davian hadir melindungi Safaa. Banyak hal yang sudah dilakukan Davian untuk Safaa, namun sekalipun tak pernah terucap dari bibir Davian, bahkan hanya untuk sekedar berbasa-basi menyapa Safaa. Di hari-hari biasa, ketika mereka berpapasan, Davian menampilkan sikap seolah ia dan Safaa tidak pernah saling mengenal. Namun, ketika sesuatu terjadi pada Safaa, Davian akan hadir di barisan paling depan untuk menolong Safaa. Banyak hal yang harusnya ditanyakan oleh Safaa, namun hal itu tidak berani Safaa utarakan. Hingga ia, hanya mampu menganggap Davian sebagai pelindung sekaligus pembela dirinya. Namun hatinya, berkata lain. Benarkah hanya itu saja? --- "Aku perlu kejelasan," ucap Safaa sambil menunduk pada Davian yang sedang berdiri di hadapannya. Davian hanya terdiam, sambil menautkan satu alisnya. "Kejelasan?" Safaa mengangguk. "Atas sikap kamu selama ini." Mendengar itu, Davian tersenyum tipis. "Biarkan Tuhan yang memberi kejelasan, tunggu saja ya, paling telat lima tahun lagi kita bertemu di pelaminan," kata Davian santai, kemudian pergi begitu saja meninggalkan Safaa yang mematung dibuatnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines