Someone New

Someone New

  • WpView
    Reads 345,348
  • WpVote
    Votes 15,438
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 30, 2017
DI PRIVATE Nara. Cowok dingin dan ketus yang sama sekali tidak mau ikut terjun dalam urusan percintaan. Membenci suatu hubungan dan berusaha untuk tidak peduli terlalu jauh pada lawan jenisnya, kecuali itu berhubungan pada perannya sebagai ketua kelas. Yang pasti memaksanya untuk peduli pada setiap anggota. Tapi siapa sangka ia akan berubah seiring berjalannya waktu karna dipertemukan dengan gadis pecicilan yang merupakan murid baru sekaligus anggota dikelasnya? Mia. Gadis yang selalu terbawa perasaan. Menganggap Nara adalah musuh terbesarnya, diakibatkan Nara suka sekali menggertak dirinya. Memerintah dan membentak Mia seenaknya seolah cowok itu yang paling berkuasa. Jadi, apa kalian bisa menebak bagaimana akhir hubungan mereka? [On going]
All Rights Reserved
#621
young-adult
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • He Wrote My Name Wrong
  • You Are My Destiny
  • Sorry, I'm not romantic
  • My Bad Boy
  • RAJAWALI
  • She's My World[SLOW UPDATE]
  • Ini Rekor Diriku: Tahap 2
  • TANTAN ; with you [ ON GOING ]
  • RAKA

He Wrote My Name Wrong Wattpad by barelyunknown SMA Harapan Baru katanya sekolah penuh "cinta pertama". Katanya sih. Nyatanya? Hari pertama orientasi aja aku udah dapat partner paling nggak ramah sedunia-Raynald Ezra, si cowok tinggi berkacamata yang ngomongnya kayak dosen dan nggak pernah senyum. Meira Anindya enggak pernah menyangka kalau hari pertamanya di SMA akan dipenuhi kejutan-terutama kejutan bernama Raynald Ezra. Cowok cuek dari kelas sebelah itu bikin Meira salah tingkah sejak insiden kecil di hari MOS. Tapi bukan SMA namanya kalau perjalanan cinta mulus-mulus aja. Mulai dari beda kelas, cewek berhijab yang selalu bareng Ray, sampai kenyataan bahwa Ray punya masa lalu yang belum sepenuhnya ia lepas. Sementara Meira sibuk memahami perasaannya, Ray juga diam-diam menyimpan rasa-rasa yang belum pernah ia tunjukkan ke siapa pun sejak kehilangan orang terdekatnya. Satu hal yang pasti: keduanya sama-sama belum siap untuk jujur... bahkan pada diri sendiri. Di antara tumpukan tugas, eskul, dan jantung yang deg-degan tiap ketemu di lorong sekolah, Meira dan Ray belajar satu hal: cinta pertama enggak selalu tentang kata yang sempurna, tapi tentang siapa yang bikin kamu ingin menulis ulang segalanya-termasuk nama seseorang, meski awalnya kamu salah tulis.

More details
WpActionLinkContent Guidelines