We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Arin, Lantunan Rintik Hujan Kala Itu

Arin, Lantunan Rintik Hujan Kala Itu

  • WpView
    Reads 80
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 24, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
"The most painful thing is not knowing sadness but when you can not go back to happiness has passed. As the daylight I always remember , when it gets dark I will never forget." Rintik hujan di malam itu, kita duduk berdua di bangku pinggir jalan. Dia masih saja tertunduk dengan wajah cemas dan tampak gusar. Gadis manis itu tunduk kearah ponsel yang berada diantara jemari lembutnya. "Kamu kenapa, RIn?" Tanya ku. Dia menatapku dengan wajah cemas yang membuatku tak pernah lupa, "Kenapa kamu lupa, Ry" dia malah balik bertanya. "Masa lalu biarlah menjadi masa lalu, Ayank" jawab ku sambil tangan kiri ku diangkat menahan hujan yang turun dari langit. Dia menghela napas, sambil terus tertunduk dia berkata, "Kalau saja aku bisa hidup untuk kedua kalinya, aku ingin hidup bersama mu, Ry" Aku genggam tangannya untuk menenangkan nya, "semua yang terjadi itu seperti hujan yang turun, kita tak bisa menahan karena itu sudah kuasa Tuhan." Aku mengangkat tangan kanan ku, kulihat jarum jam yang berada di punggung pergelanganku, "Sudah jam sepuluh, sebentar lagi suami mu datang menjemputmu. Aku pamit dulu" Ucap ku seraya berdiri hendak meninggalkannya. Baru sekitar tiga langkah berjalan. "Ry!!!" Dia memelukku dari belakang, aku pun segera melepaskan pelukan nya dan berbalik, kulihat dia sudah menangis. Dia menangis sesenggukan membuatku tak kuasa melihatnya. Dia memegang kedua pipi dan berkata dengan terbata-bata "Ry, apa.... pun.... ya...ng ter....jadi nanti.... itu bukan salah mu. Jangan.... salahkan di...rimu apa yang akan terj....adi nanti, Aku mencintaimu." Setelah berucap itu dia berlari meninggalkan ku. Aku bingung apa maksudnya dia berkata seperti itu?
All Rights Reserved
#410
sejati
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 9096 (Complete)
  • Sekali Lagi (End)
  • Dia Suamiku (ENDING)
  • Weird Wedding ✓
  • Sweet RomanShit
  • My Summer Love
  • ON SIGHT (Completed)
  • Stay (Away)
  • 𝑷𝒆𝒍𝒖𝒌𝒂𝒏 𝑺𝒂𝒂𝒕 𝑺𝒆𝒏𝒋𝒂  (𝙀𝙉𝘿)
  • Aisyah(TAHAP REVISI)

(DALAM PROSES PENERBITAN) (BEBERAPA PART DIHAPUS) - "Aku hamil, Pa.." Kata Seruni. Shit. Aku hampir meloncat dari sofa karena saking kagetnya. Papa seketika melotot. "Runi, kamu jangan bercanda, ya!" Adikku menghela nafasnya. "Kita semua kumpul kayak gini, bukan untuk dengerin aku bercanda, Pa.. aku benar hamil; anakku dan mas Sena.." Mama langsung megangin dadanya yang sepertinya tiba-tiba sesak. "Sen?" Aku menatap Sena yang ada di sebelah Seruni. "Bener?!!" Nawasena tampak bergeming. Kemudian, dia menghela nafas panjang. "Bener, Ra.." Aku langsung mengambil sapu rumah, hendak menghajar Nawasena yang kemudian langsung bangkit dan berlari keluar rumah. Disusul Seruni yang nggak tahu lagi harus berbuat apa selain melindungi Ayah dari calon bayinya. Semenjak saat itu, rasanya waktu berlalu sangat cepat. Semuanya sibuk mempersiapkan pernikahan Seruni dan Nawasena, sampai suatu hari, aku harus duduk berdua dengan Papa dan Mama membicarakan suatu hal. Kami bertiga terdiam cukup lama, sampai akhirnya Mama membuka suara. "Arawinda.. kamu juga harus segera menikah," Semenjak saat itu juga, hari-hariku nggak lagi sama. - 9096 adalah karya saya yang ketiga. Menaruh harapan pada genre komedi romantis, semoga karya saya satu ini bisa menghibur semuanya. Mungkin bukan senyum geli, atau bahkan gelak tawa. Yang saya harapkan, cerita ini tetap bisa menjadi pesan yang memberikan arti. Sekecil apapun itu. Selamat membaca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines