Too Young For PREGNANT

Too Young For PREGNANT

  • WpView
    Membaca 292,733
  • WpVote
    Vote 9,517
  • WpPart
    Bab 15
WpMetadataReadDewasaBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Mei 31, 2020
Adeeva Afsheen Myesha Aston adalah putri bungsu dari keluarga Aston. Dia adalah gadis periang yang begitu cantik, memiliki perawakan yang sangat sempurna. Hingga kejadian terberat dalam hidupnya datang dan merubah seluruh hidupnya dalam sekejap. Di umur yang masih tergolong belia yaitu 13 tahun, ia harus menanggung derita dan beban akibat perbuatan nista yang telah dilakukan oleh lelaki yang tidak diketahuinya sama sekali. Sampai anugerah itu lahir dan tumbuh menjadi anak yang periang, namun selama itu pula Adeeva Afsheen Myesha Aston yang kerap disapa 'Syinsin' itu tetap tidak mengetahui siapa lelaki jahat yang telah membuatnya menjadi seperti ini. Kenyataan terpahit tentang lelaki itu datang bersamaan dengan kabar bahwa Adeeva Afsheen Myesha Aston, harus menikah dengan suami kakak tercintanya sebagai istri ke-2. -maaf kalo jelek karena ini cerita kedua yg dipublish hehe-
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Lantas (END)
  • DUA RUMAH [on going]
  • Two Side's {ROYEON} - Babymonster
  • Baby Canny
  • Arselio Maverick P.
  • Liavin Smith ( END )
  • The Tyrant Emperor Became Ashil Agriche
  • Secret Mactmaking (bxb-mpreg)
  • Healer [END]

PERINGATAN ⚠️ Dibeberapa part terdapat adegan kekerasan dan kata-kata kasar! ------------------------- Navisha Aqila Anastasia, gadis berambut sebahu berusia 17 tahun, adalah siswi cerdas yang selalu menjadi kebanggaan sekolahnya. Memasuki awal kelas 12, ia dipertemukan dengan Arzan Nauval Abraham, siswa yang harus mengulang tahun terakhirnya. Awalnya, mereka hanyalah dua orang asing yang kebetulan duduk di bangku yang sama. Namun, waktu demi waktu menghapus jarak di antara mereka, mengubah pertemuan biasa menjadi kisah yang tumbuh di sela tawa dan diam-diam yang saling mengerti. Hingga suatu hari, ada satu hal yang menyangkut orang tua mereka yang memaksa mereka untuk menjaga jarak, seolah perasaan yang sudah terlanjur tumbuh harus dibekukan begitu saja. Haruskah mereka menyerah pada ego orang tua mereka? Atau justru melawan demi kebahagiaan yang mereka yakini? ~~~ "Terima kasih, karena pernah menjadi rumah, meski bukan yang terakhir."

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan