Rachel Dan Julian

Rachel Dan Julian

  • WpView
    Reads 15,030
  • WpVote
    Votes 1,022
  • WpPart
    Parts 43
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 25, 2020
"Dingin. Gua tau lo kedinginan. Gua gak bisa hapus setiap kesedihan yang ada di ingatan lo, tapi setidaknya, gua bisa ngelindungin lo dan hapus air mata lo." -Julian. Hanya kalimat itu yang mampu diucapkannya. Tak banyak, namun mampu membuat Rachel terdiam untuk beberapa saat. Keduanya terdiam menahan setiap gejolak yang ada di hati dan fikirannya masing-masing. Menahan jutaan perasaan aneh yang beterbangan menghampiri fikirannya. Namun mereka tak tahu, sebesar apa dampak yang akan dihasilkan dari kalimat tersebut. Mereka tak tahu, apakah kalimat tersebut akan membawa kebaikan dan kebahagiaan dalam kehidupannya, atau justru sebaliknya. Hati dan fikiran, keduanya tercipta untuk mempertimbangkan segala tindakan dan perbuatan yang akan dilakukan oleh setiap manusia. Mengkoordinir dan mengatur segala tindak-tanduknya kearah yang positif maupun negatif. Namun pertanyaannya sekarang adalah, akankah keduanya menuntun mereka kearah yang lebih baik? Akankah sebuah kebahagiaan menghampiri mereka dimasa mendatang kelak? Atau akankah hanya sebuah kesedihan yang berujung penyesalan yang akan menghampiri keduanya? Rachel, dia yang tak pernah lagi percaya akan seorang pria kecuali Ayah dan Kakaknya, serta Julian yang dipenuhi akan ketenaran dan kekayaan namun tak bisa memiliki dia yang dicintainya.
All Rights Reserved
#233
dilema
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • F A K E ? [End]
  • Rannia√
  • From Friends To Love ✔
  • ON SIGHT (Completed)
  • He Never Fell Harder
  • Keysha
  • Rapuh Lalu Retak (RLR)
  • COMPLICATED
  • Tangled Hearts

[Follow sebelum baca] "Kamu dimana?" Rheva menatap lurus ke depan tepat dimana sepasang remaja saling bermesraan. "Aku di rumah, sayang" jawab seseorang di sebrang sana yang tidak lain ialah Alvaro sambil mengelus puncak kepala seseorang yang bersandar di bahunya. Yang tidak lain, ialah Agatha. Rheva tersenyum kecut dan berusaha menahan air matanya. "Madep belakang coba" Alvaro menyernyit bingung namun tak urung mengikuti perkataan Rheva dari sambungan teleponnya. Alvaro memalingkan wajahnya dan menghadap ke belakang setelah menyuruh Agatha untuk duduk tegap kembali. Alvaro terpaku saat melihat Rheva berdiri tidak jauh di depannya. Memutuskan sambungan telepon sepihak, Rheva langsung bergegas pergi saat Alvaro masih mematung di tempat. Begitu pun juga dengan sosok perempuan yang tadi bersama dan bermesraan dengan Alvaro. Alvaro masih terpaku di tempatnya karena tidak menyangka akan bertemu dengan Rheva di sini. Ah, lebih tepatnya dia ketahuan berbohong karena lebih memilih berjalan dengan Agatha dan mengingkari janjinya dengan Rheva. Saat ia ingin menyusul Rheva, sebelah tangannya di tahan oleh Agatha yang diam-diam tersenyum senang dalam hati saat melihat kedua mata Rheva berkaca-kaca tadi. "Mau kemana?" "Aku harus nyusul Rheva, Tha. Aku nggak mau dia berpikir yang engga-engga" "Kamu mau nyusul dia, dan ninggalin aku sendiri di sini?" Alvaro mengacak rambutnya frustasi karena bingung ingin menyusul Rheva atau meninggalkan Agatha sendirian di sini. Yang penasaran, yuk langsung baca aja. Jangan lupa follow, vote, comment sama share ya! #rank 1 in Fakboi [30 - 09 - 2021] #rank 1 in Umum [23 -10 - 2021] #rank 1 in Umum [30 -10 - 2021] #rank 1 in Fakboi [08 -11 - 2021] #rank 1 in Umum [11 - 11 - 2021 - 30 - 11 - 2021] #rank 1 in School [08 -12 - 2021] #rank 1 in Sahabat [18 - 12 - 2021] #rank 1 in Fakboy [12 - 01 - 2022] #rank 1 in Nangis [01 - 02 - 2022] #rank 2 in Friendship [12 - 03 - 2022] #rank 1 in Friendship [13 - 03 - 2022]

More details
WpActionLinkContent Guidelines