You Are My Reason

You Are My Reason

  • WpView
    Reads 1,371
  • WpVote
    Votes 44
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 4, 2016
"Aku beruntung mendapatkanmu. Pria yang baik, bijaksana, taat ibadah, penyayang, lembut, dan selalu membuatku nyaman. Dan aku tak peduli akan segala kekurangan dan kelebihanmu." -Almira Adisti Damara. "Aku bahagia memilikimu. Gadis cantik, baik, lemah lembut, dan menggemaskan. Gadis yang tak pernah mengeluh akan segala kekuranganku." -Almer Fauzie Al-Farizi. Mengisahkan tentang seorang pria lumpuh yang mendapatkan seorang wanita bak bidadari. Awalnya semua baik baik saja, sampai sang pria meninggalkan sang wanita karena suatu alasan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dusk In Your Eyes
  • IGNIS
  • Cinta Datang Terlambat [END]
  • ALSTARAN [END]
  • AZALEA
  • First Love! [IDR]
  • save me
  • 𝐄𝐥𝐝𝐢𝐫𝐚 || [Greshan]
  • Rindu Sejuta Watt

Pernah mengenalmu dalam hidupku adalah anugerah. Menjadi dekat dengan mu adalah keajaiban. Di cintai lelaki seperti mu adalah keberuntungan. Puncak kebahagiaan ku adalah, ketika aku tahu bahwa esok hari kamu masih berpijak di bumi dan tetap menjadi milikku. 🌼 🌼 🌼 "Keinginan mu bukan? Baik, sekarang ini akan ku lepas, jangan salahkan aku, jika aku menemukan mu lagi kelak, tak akan ku lepas kau semudah itu." Sang gadis mengusap kasar pipinya yang berlinang air mata. Bukankah ini kemauan nya? Akhirnya di lepaskan dari kengkangan kehidupan ganas. Lalu, mengapa melangkah menjauh seakan salah? Gadis itu mengangguk, mencoba meyakinkan diri sendiri, "Tentu, aku rasa aku akan lebih bahagia sekarang. Selamat tinggal, terimakasih semuanya, jika saja ada yang bisa aku kembalikan, akan ku lakukan." "Bukan selamat tinggal, sampai jumpa kembali." Sebelum sang gadis kembali menyela, lelaki itu cepat-cepat buka suara, "Aku akan menemukan mu lagi." Mendengar hal itu, gadis putih itu tersenyum lembut, "Semoga." 🍂 🍂 🍂

More details
WpActionLinkContent Guidelines