Sepayung Berdua

Sepayung Berdua

  • WpView
    Reads 356
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Fri, Jan 22, 2016
WpInfo
Fiction
Social Themes
Part 1:krpergian papa Suara gertakan mama selalu menghiasi waktu waktuku dirumah.suara gertakan yang tentunya terdengar tak sedap,dan membuat batin siapapun teriris perih.yang kulakukan hanyalah bersembunyi dikamar,mengunci pintu,dan menyumbat kepala dengan bantal. Usaha ku nihil. Gertakan mama masih terdengar. Sekuat tenaga, kudorong bantal yang menindih belakang kepalaku.ditambah tangis kecilku yang mulai terdengar karena tak tahan.sudah cukup!kapan ketegangan ini berhenti! Aku takut,takut,dan takut.ketakutanku terlalu kuat bila membayangkan kemungkinan paling buruk,jika pertengkaran papa dan mama tidak berhenti juga.sebuah ritual yang membuat anak menjadi korbannya.perpisahan .mengatakan saja aku tak berani.aku ingin menyuruh mereka berhenti, tetapi dayaku masih terllu lemah.aku masih 17 tahun.meski terbilang sudah cukup matang,semuanya masih terasa rumit.aku telalu lemah.aku seorang gadis yang hanya bisa menangis dan ketakutan sendiri. Lanjutan nanti sore kawan..
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SELEPAS KAU PERGI (COMPLETED)
  • Jejak Luka Di Bawah Langit Senja
  • Sepotong Kekosongan [ THE END ]✔︎
  • New Possessive Family
  • Bitch Daughter (Putri Kupu-kupu Malam) SELESAI✓
  • please stop it!! [Ending]
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • Sudut Luka Nazea
  • Anak DESA ✔
  • Mimpi-mimpi Kecil dan Seribu Kemarau

BLURB! Ternyata dunia ini benar-benar sempit. Luka lama yang kukira sudah sembuh, datang lagi tanpa aba-aba. Namaku Anita, seorang ibu tunggal yang berjuang membesarkan putriku, Audrey, sendirian. Aku pernah dikhianati dan kehilangan kepercayaan pada cinta, sampai dua pria datang bersamaan: satu dari masa lalu yang pernah menghancurkan, dan satu lagi yang menawarkan ketulusan baru. Kini aku harus memilih... Kembali pada cinta yang dulu melukai, atau membuka hati untuk yang baru?

More details
WpActionLinkContent Guidelines