Abnormal ???

Abnormal ???

  • WpView
    Reads 117
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 30, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
"Ga cocok lu di deket kita-kita!" Kalau kita berbeda dari orang pada umumnya, kenapa harus dikucilkan? Jika kita punya hobi atau kesenangan yang dibenci seseorang, kenapa harus ditindas? Apabila kita memiliki kekurangan, kenapa mesti diejek? Jika kita melakukan kesalahan, kenapa harus dibenci? Kenapa jika kamu satu-satunya yang membenci kita, kamu menghasut orang lain agar membenci kita juga? "Dasar Abnormal" Bergaul dengan memiliki masalah yang sama mungkin menyenangkan. Tidak, hal itu memang sudah ada disini. Silahkan, masuklah ke sekolah ini. Banyak kawan yang tak mementingkan kepribadian dan kekurangan sesamanya. Jangan pernah jatuh di lubang yang sama. Ya, mungkin hanya ini yang bisa dilakukan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Behind The Smile (TERBIT)
  • Bersanaja
  • TERPAKSA MENIKAH DENGAN BADBOY ( ORINE )
  • Memories Of School [ON GOING]
  • RAIHAN
  • Warm In The Arms ✔
  • RESONANCE | (JKT48 Gen 12)
  • only he is the one i want [ lilynn ]
  • mommy aralie?
  • Junior (Ended)

| Self discovery | Family & Relationship| slice of life | coming of age | "Behind The Smile" Di balik tawa dan vibes ceria, siapa yang nyangka ada luka yang nggak kasat mata? Ini cerita tentang tiga anak muda yang hidup bareng di satu tempat, tapi masing-masing punya "baggage" hidup yang berat banget buat diomongin. Ada yang struggle banget karena nggak pernah dapet support penuh dari keluarga, terutama soal pendidikan. Komentar negatif dari orang sekitar bikin overthinking nggak kelar-kelar. Ada juga yang tumbuh di keluarga broken home, dipaksa ngikutin mimpi orang tua yang nggak nyambung sama passion-nya. Kasih sayang? Nihil. Dia cuma bisa bertahan karena nggak punya pilihan lain. Terus ada lagi yang mentalnya udah remuk karena sering dibandingin sama saudara atau orang lain. Support emosional dari keluarga? Jangan harap. Mereka keliatan fine di luar, senyum terus, ketawa terus. Tapi di balik itu? Mereka lagi perang sama diri sendiri. Pas hidup makin kerasa toxic dan jalan keluar nggak kelihatan, apa mereka bisa nemuin power buat bangkit lagi? Let's find out their journey-raw, real, and relatable banget dalam "Behind The Smile"

More details
WpActionLinkContent Guidelines