LAST
  • WpView
    Reads 52
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 24, 2016
Cerita ni berawal di saat gue baru masuk SMA.awalnya tu gue takut masuk SMA soalnya menurut cerita temen-temen gue anak SMA Jahil-jahil maaf yg anak SMA tersinggung:v Pertama masuk tuh awalnya gue masang muka polos ajah,lama kelamaan sok cool:v,pas gue kelas 10 gue polos banget kayak gk tau apa-apa. "Luck lo gk cari pacar?tampang ganteng tapi tk punya pacar,tk maenlah"kata aziz salah satu sahabat gue "Enggak ah gue mau fokus belajar aja,blum ada niatan mau cari pacar ato apalah"masi polos "Gak normal lo,suka pun tak ada?"di ledekin-_- "Gue normal cuk,cuman blum ada niatan,suka pun tk ada"kalo org bilang sih blum puber:v Di kelas 10 gue fokus belajar trus dan tiba ujian semester 2,gue belajar semaksimal mungkin gue ingin meraih juara,seiring ujian akhirnya ujian selesai,gue gak sabar tu nunggu pembagian raport gue,gue yakin nilai gue memuaskan. Akhirnya saat yg di tunggu" tiba tapi nilai raport gue tidak cukup memuaskan,untung aja lah gue naik kelas,naik kelas aja udh bersyukur
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Abhita (Completed)
  • Cinta Berbentuk Persegi [END]
  • Transmigrated as twins
  • MEMORI
  • YUKI ( yang mereka tertawakan )
  • Youre My Choice 🔞🔞🔞
  • Cuma Kamu...Titik!
  • HILANG (Bukan Akhir)
  • Diary Abu Abu

"Ih, Naufal kamu ngeces!" Anak-anak mendadak sibuk mengolok-ngolok Naufal, cowok culun yang duduknya pengen selalu di depannya itu buru-buru ngusap wajah. Kata Mina, sih dia suka caper sama guru makanya mau duduk di depan, sendiri pula tuh. Dan kayaknya terbukti juga. Oh, ya. Penampilannya kali ini sungguh menjijikkan, ada bekas air liur di pipi kanannya. Naufal Si Culun namanya. Yang paling membuatku geram sama Naufal itu karena dia punya hobi aneh dan meresahkan. Cowok itu selalu ngikut aku kemana pun pergi, kata teman-teman, Naufal pengen akrab sama aku. Tapi, ayolah. Siapa yang mau berteman sama anak kayak dia. Jangan kasihan masa Naufal. Polos-polos gitu, dia suka ngusilin aku--seperti sembunyiin pulpen atau mengempesin ban sepedaku. Nggak apa-apa buatku, santai ajah. Toh, saat ketemu dia besoknya, aku nggak segan lagi hajar dia sampe babak belur. Saat itu Naufal pasti memohon-mohon buat diampuni salahnya, tapi besoknya dia malah makin ngelunjak ajah. Makanya jangan kasihan sama muka polos itu--dia sebenarnya bangsat. Aku pengen dia cepat-cepat mati.

More details
WpActionLinkContent Guidelines