Story cover for Kumis Kucing by Senjadewata
Kumis Kucing
  • WpView
    Reads 371
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 11
  • WpView
    Reads 371
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 11
Complete, First published Jan 24, 2016
"Lepas jaketnya!!" tiba-tiba terdengar suara keras itu tepat di telingaku.Aku segera menyadari dan aku melepas jaket abu-abu yang tadi pagi di pakaikan oleh ibuku.
Hari itu adalah hari pertama aku menginjak sekolah baru.Aku baru saja lulus dari sekolah menengah pertama dan kini menginjak dunia baru di sekolah menengah kejuruan.
Aku melanjutkan langkahku dengan jaket yang sudah beralih tempat digenggam tanganku.
"Kamu berani sama saya?" tiba-tiba seorang wanita bertubuh gempal pendek memelototiku plus wajah garang.aku tidak tahu kesalahanku apa?
Terlintas dalam benakku akan film anak SMA.Ternyata benar adanya perlakuan sejenis ini..
Dia yang kecil dialah yabg kalah.
Begitulah kurang lebihnya hari pertamaku di sekolah baru~~
All Rights Reserved
Sign up to add Kumis Kucing to your library and receive updates
or
#559writing
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Zakia & Sang Abdi Negara cover
Perfection of life (GRESHAN) cover
my story (Greshanfamily) cover
BAD GIRL OR GOOD GIRL? cover
possessive Posesif Boyfriend  cover
Badai Tak Berujung [ON GOING] cover
cinta tak kau anggap (end) cover
First Love For You cover
POSESIF (END) cover
Zean kesayangan Cici dan kakak  cover

Zakia & Sang Abdi Negara

21 parts Complete Mature

Sebelum baca jangan lupa follow IG penulis nya ya @zakia_tjg terimakasih. Riski adalah laki-laki yang dingin waktu SMP, bahkan sifat dingin itu masih melekat pada wajahnya sampai saat ini. menggambarkan wataknya yang cocok menjadi seorang tentara. Rahangnya tegas seperti sifatnya siapa pun wanita akan terpikat melihat wajahnya. Riski adalah pahatan sempurna yang diciptkan oleh Allah SWT. laki-laki yang dengan sengaja selalu sholat di mesjid yang sama dengan ayah agar bisa berdiri satu saf dengan ayah dan salim mencium tangan ayah Saat itu tepatnya usia ku masih belasan tahun yang baru menginjak Sekolah Menengah Pertama (SMP) aku adalah siswa pindahan waktu itu dan disini lah kisah ku dan kisah nya dimulai. " Silahkan masuk, silahkan perkenalkan diri kamu biar yang lain juga tau" ucap salah satu guru di kelas yang akan aku tempati, saat itu pandangan ku hanya tertuju pada dinding yang berada dipaling belakang kelas, beginilah cara ku untuk menghilangkan rasa gugup di depan orang ramai yang masih asing bagi ku.