Story cover for LaQueen by LupitaZhou
LaQueen
  • WpView
    LECTURAS 192,883
  • WpVote
    Votos 14,354
  • WpPart
    Partes 38
  • WpView
    LECTURAS 192,883
  • WpVote
    Votos 14,354
  • WpPart
    Partes 38
Concluida, Has publicado ene 24, 2016
"Ketika cinta tak harus memiliki tetapi juga merelakan..."


Kisah kembar Laqueena dan Laquisha, sang pengidap hemofilia dan sang balerina terkenal. Mencoba memaknai arti hidup yang sebenarnya. Mencoba mencari pelabuhan hati terakhir mereka dalam kata 'cinta sejati'. Dan ketika 'yang dinanti' telah datang, ia membawa liku  menyayat hati, menciptakan kubangan luka, mengobarkan dendam di masa lalu.    

Jika demikian ... apakah cinta sejati mampu mengalahkan tragedi?


Cover by @oreonaldi

All Rights Reserved by @Lupita Zhou
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir LaQueen a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
With You 나는 행복하다 de Reerey1
6 partes Concluida
Yang sudah terjadi, sudahlah ... Yang akan terjadi, biarlah ... Kesedihan akan selalu menemani setiap langkahku. * "Aku minta maaf. Ini tidak pernah terpikir olehku akan terjadi, apalagi menjadi impian ku. Aku memang mencintaimu, tapi dengan cara yang salah aku memiliki mu. Kejadian itu tidak bisa aku menyangkalnya apalagi mencegahnya." -Devano Andreas Magandra. "Kesedihan apa lagi yang belum menghampiri ku? Semua itu sudah ku rasakan. Di setiap langkah kehidupan ku, kesedihan selalu menyertai. Tidak pernah ada kata 'Bahagia' dalam history perjalanan hidup ini. 'Dia' hadir tanpa ku inginkan, memberi warna pada kehidupan ku yang hampa." -Rania Maharani Indira. "Dia milikku. Kau tidak bisa menyangkalnya apalagi merubahnya. Dendam membuat ku buta, ego lupa. Aku kehilangan dia. Cinta ku, hati ku, semuanya telah kau rebut dariku! Aku membenci mu." -Tristan Abidzar Magandra. ** Kebencian itu ada. Rasa cinta juga nyata. Hal itu hadir bersamaan membuat kebingungan kedua insan. Kata 'Dia' hadir di antara mereka, membuat cinta itu datang tanpa di ketahui. Hidup ini memang membingungkan. Ingin itu, dapat yang ini. Ingin ini, malah mendapat itu. *** Cerita ini di tulis langsung dengan ide yang muncul dalam pikiran. Tidak ada plagiarisme atau copas meng-copas. Jika pun ada kemiripan dan kesalahan dalam cerita, mohon dimaafkan. Karena saya yang hanya manusia, senantiasa berbuat salah dan tidak luput dari dosa. ♡ Salam dari Aneuk Nanggroe ♡ ^_^
Quizás también te guste
Slide 1 of 9
Unconditional cover
Xless Marriage cover
Different ��✔ cover
The Blooming Lady [completed] cover
AMERTA : The Last Embrace cover
TOUCHED (End) cover
With You 나는 행복하다 cover
Ms. Moody & Mr. Arogan[STILL ON PROGRESS] cover
Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•|| cover

Unconditional

12 partes Concluida

Based on true story. Special thanks to Bangata for his inspirative story. Also big thanks to @KucingMonster97 for the cover. Cerita ini mengandung unsur BxB alias homo. Silakan balik kanan bila kamu adalah homophobic. "Jauhi penyakitnya, bukan orangnya!" Mungkin kamu sudah sering mendengar atau membaca semboyan satu ini. Kalimat yang khas, dengan logo pita merah. Bagaimana bila penyakit itu mendatangimu bahkan tanpa kau ketahui bagaimana hal itu dapat terjadi? Sebutlah itu sebagai keberuntungan, tak peduli karena faktor apapun yang menyebabkan kamu tidak terjangkit. Dan tak perlu mencaci orang lain, menatap sinis ataupun jijik pada para ODHA tersebut hanya karena kau beruntung tak mendapati penyakit itu bersarang di tubuhmu. Karena kau tak pernah tahu apa yang terjadi di balik itu semua. Kau tidak tahu, di balik tubuh yang terjangkiti penyakit mematikan itu terdapat jiwa yang besar dan cinta terindah yang mungkin tak pernah dapat kau bayangkan sebelumnya. Seperti kisah tentang dia, yang akan kuabadikan dalam kisah ini. Dia, sang serigala penyendiri berhati hangat dan laki-laki pertama yang mencintaiku sebegitu tulusnya. Laki-laki yang membawa setengah dari jiwaku bersamanya ke alam sana. "Aku baik-baik saja bila mereka menghinaku. Tapi aku tidak tahan bila mereka menghinamu, tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi!" -Oza Nadindra "Mikir dulu sebelum ngomong." -Alvian Prassana