Ketika Saat Itu Hadir

Ketika Saat Itu Hadir

  • WpView
    Reads 367
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 18, 2016
Aku benar-benar tidak yakin apa yang terjadi saat ini, bahkan memang tak pernah sedikit pun terlintas dipikiranku. Mereka pun tak ingin hal ini terjadi, aku hanya meyakinkan diri bahwa ini mungkin ujian untukku, tapi ini sungguh berat. Aku bahkan belum siap mengenal rasa yang bisa membuat orang hilang akal sehat nya, rasa yang penuh dengan hinggapan nafsu jika kau tak berhati-hati menjaga, rasa yang juga bisa membawa surga dihadapan mata. Tak bisakah aku kenal rasa ini untuk sang penciptaku dan ayah ibuku saja, bisakah prasaanku dibagi disaat aku sudah benar-benar mengaku siap untuk membaginya. Siapkan aku jika memang itu sudah jalanku...
All Rights Reserved
#792
taaruf
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hijrah Pengantar Jodohku (END)
  • MengenggamMu Dalam Ketaatan [TAHAP REVISI]
  • Find Me !
  • Menunggumu
  • Penantian Terindah [COMPLETED]
  • Menggenggam Hijrah
  • SERIBU HADITS✓
  • Ikhwan Mualaf
  • CINTA diatas DIAM & DOA
  • Mencintaimu Karna Allah

( Pindah ke Dream ) "Aira, seperti yang sudah Ayah katakan barusan, maksud kedatangan saya kesini dengan keluarga, saya ingin meminta restu kedua orang tuamu, untuk mengkhitbahmu. Sejak pertama kali, saya melihatmu ada keyakinan di dalam hati saya untuk menjadikanmu sebagai kekasih halal. Saya tidak punya apapun untuk saya banggakan. Saya pun masih sangat awam dalam memahami ilmu agama, saya juga tidak punya harta yang berlimpah untuk saya banggakan, tapi jika kamu bersedia saya ingin belajar bersama denganmu, meraih ridha-Nya Allah. Saya ingin meminangmu menjadi istri saya, apakah kamu bersedia?" Aklil, mengatakannya dengan penuh keyakinan. Itu yang dikatakan Aklil saat mengkhitbah Aira. Ikuti kisah mereka Dari mulai Aira memantapkan hatinya untuk hijrah, sampai ada seorang laki-laki yang berani langsung mengkhitbh dan menghalalkannya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines