Qoutes Peka.

Qoutes Peka.

  • WpView
    Reads 56,850
  • WpVote
    Votes 805
  • WpPart
    Parts 77
WpMetadataReadComplete Wed, Jan 6, 2021
WpInfo
Poetry
Qoutes abal-abal no boraks Bila ada kesamaan mungkin kebetulan oke Mau.. . . . Senggaknya mampirgeh Abal2 harap maklum.
All Rights Reserved
#3
watty18
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • friendship of two worlds
  • Zean kesayangan Cici dan kakak
  • love scenario
  • Perjodohan (Zeesha)
  • Cintaku Si Kutu Buku
  •  LABIL
  • Sahabatku Cintaku: Tersimpan [Republish]
  • dunia punya norma {ZEDELCHIK}
  • • KECEWA ~

Hujan turun pelan di atas pemakaman yang sepi. Langit kelabu menggantung rendah, seolah ikut berduka. Seorang gadis berbaju hitam berdiri kaku di depan sebuah nisan. Tangannya gemetar saat menggenggam bunga putih yang mulai layu, kelopaknya basah oleh hujan-atau mungkin oleh air matanya sendiri. Ia membiarkan air mata jatuh satu per satu, tanpa berusaha menghapusnya. "Andai waktu itu gue ada di sana..." Suaranya serak, hampir tenggelam oleh angin dan rintik hujan. "Mungkin sekarang kita masih bareng, Rel. Lo masih berdiri di samping gue-cerewet, ketawa tanpa mikir, seolah dunia nggak pernah bisa nyakitin kita." Ia menunduk, bahunya bergetar. Tanah di bawah nisan itu masih basah, masih baru-seperti luka di dadanya yang belum sempat kering. "Tenang di sana, ya," bisiknya lirih. Angin berhembus pelan, menyapu rambutnya yang basah, seolah menjawab doa yang tak pernah selesai. Hari itu adalah hari pertama tanpa Aurel- hari yang tidak pernah benar-benar dimulai, karena sebagian dari dirinya ikut terkubur di sana.

More details
WpActionLinkContent Guidelines