Qoutes Peka.

Qoutes Peka.

  • WpView
    LETTURE 56,841
  • WpVote
    Voti 805
  • WpPart
    Parti 77
WpMetadataReadCompleta mer, gen 6, 2021
Qoutes abal-abal no boraks Bila ada kesamaan mungkin kebetulan oke Mau.. . . . Senggaknya mampirgeh Abal2 harap maklum.
Tutti i diritti riservati
#54
peka
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • friendship of two worlds
  • [✓] LIGHT
  • perjodohan ( greshan ) END
  • love scenario
  • CINTANYA CICI(SLOW UPDATE)
  • Sahabatku Cintaku: Tersimpan [Republish]
  • auausave
  • Forever Love You

Hujan turun pelan di atas pemakaman yang sepi. Langit kelabu menggantung rendah, seolah ikut berduka. Seorang gadis berbaju hitam berdiri kaku di depan sebuah nisan. Tangannya gemetar saat menggenggam bunga putih yang mulai layu, kelopaknya basah oleh hujan-atau mungkin oleh air matanya sendiri. Ia membiarkan air mata jatuh satu per satu, tanpa berusaha menghapusnya. "Andai waktu itu gue ada di sana..." Suaranya serak, hampir tenggelam oleh angin dan rintik hujan. "Mungkin sekarang kita masih bareng, Rel. Lo masih berdiri di samping gue-cerewet, ketawa tanpa mikir, seolah dunia nggak pernah bisa nyakitin kita." Ia menunduk, bahunya bergetar. Tanah di bawah nisan itu masih basah, masih baru-seperti luka di dadanya yang belum sempat kering. "Tenang di sana, ya," bisiknya lirih. Angin berhembus pelan, menyapu rambutnya yang basah, seolah menjawab doa yang tak pernah selesai. Hari itu adalah hari pertama tanpa Aurel- hari yang tidak pernah benar-benar dimulai, karena sebagian dari dirinya ikut terkubur di sana.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti