Qoutes Peka.

Qoutes Peka.

  • WpView
    LECTURAS 56,840
  • WpVote
    Votos 805
  • WpPart
    Partes 77
WpMetadataReadConcluida mié, ene 6, 2021
Qoutes abal-abal no boraks Bila ada kesamaan mungkin kebetulan oke Mau.. . . . Senggaknya mampirgeh Abal2 harap maklum.
Todos los derechos reservados
#5
watty18
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • friendship of two worlds
  • perjodohan ( greshan ) END
  • auausave
  • Zean kesayangan Cici dan kakak
  • CINTANYA CICI(SLOW UPDATE)
  • Membutuhkan Bunda (End)
  • Forever Love You
  • mama shani?
  • • KECEWA ~

Hujan turun pelan di atas pemakaman yang sepi. Langit kelabu menggantung rendah, seolah ikut berduka. Seorang gadis berbaju hitam berdiri kaku di depan sebuah nisan. Tangannya gemetar saat menggenggam bunga putih yang mulai layu, kelopaknya basah oleh hujan-atau mungkin oleh air matanya sendiri. Ia membiarkan air mata jatuh satu per satu, tanpa berusaha menghapusnya. "Andai waktu itu gue ada di sana..." Suaranya serak, hampir tenggelam oleh angin dan rintik hujan. "Mungkin sekarang kita masih bareng, Rel. Lo masih berdiri di samping gue-cerewet, ketawa tanpa mikir, seolah dunia nggak pernah bisa nyakitin kita." Ia menunduk, bahunya bergetar. Tanah di bawah nisan itu masih basah, masih baru-seperti luka di dadanya yang belum sempat kering. "Tenang di sana, ya," bisiknya lirih. Angin berhembus pelan, menyapu rambutnya yang basah, seolah menjawab doa yang tak pernah selesai. Hari itu adalah hari pertama tanpa Aurel- hari yang tidak pernah benar-benar dimulai, karena sebagian dari dirinya ikut terkubur di sana.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido