Dunia Impian

Dunia Impian

  • WpView
    Reads 78
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Sat, Feb 20, 2016
"Dunia ini tidak adil!" kata Shera ditengah tangisnya. Gadis berumur 21 tahun itu meringkuk di belakang pintu kamarnya, Shera gadis malang yang mengalami depresi, dia dijauhi ayahnya sejak kecil tak dipedulikan ayahnya bahkan kakak tirinya sekalipun, hanyalah sama mama yang menyayanginya meskipun mamanya hanyalah mama tirinya. Di kampus pun dia sering menjadi bahan pembullyan. Hingga suatu malam gadis itu tak tahan lagi dengan hidup yang dia jalani sehingga dia mencoba memotong urat nadinya dan menggalami koma hampir 1 tahun. Tetapi dalam komanya gadis itu hidup dalam dunia impiannya, dunia yang sering dia tuliskan di lembar-lembar buku diarynya. Dunia yang begitu dia inginkan dimana dia tinggal di inggris dan bertemu dengan sang bunda, kakak kembarnya juga sang ayah yang tak menyakitinya lagi.
All Rights Reserved
#484
london
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Zara Fawzia.
  • Extra Love Story [END]
  • reminisce before I go
  • Tulisan untuk Zergan ✔
  • INVISIBLE WOUNDS: Transmigrasi Jiwa
  • Bahagia Ada Bersamanya (END)
  • Finding The Light ~ Moqeel  [COMPLETE]
  • KALANDRA with ES [END]

Kenapa dia begitu lemah?" "Mengapa dia tak pernah melawan?" Orang-orang hanya bisa bertanya... tanpa pernah benar-benar ingin tahu jawabannya. Zara Fawzia, gadis 17 tahun dengan kecantikan yang menipu mata, kulit seputih susu, tinggi semampai, dan wajah sempurna dipuja sekaligus dipandang rendah. Baginya, masa SMA bukanlah masa yang manis, melainkan awal dari retakan hidup yang selama ini disimpannya dalam diam. Sejak kecil, Zara merasa seperti bayangan di rumahnya sendiri. Dingin, tak diinginkan, dan hanya dianggap sebagai alat oleh kedua orang tuanya, Aurélie dan Evander. Namun yang lebih menyakitkan dari luka fisik... adalah luka yang tak terlihat. Luka dari kata-kata, perlakuan, dan ketidakpedulian yang menumpuk, hingga membuatnya hancur perlahan. Zara bukan gadis lemah. Ia hanya terlalu sering dipaksa kuat sendirian. Ia bukan tidak percaya pada cinta, tapi dunia membuatnya ragu untuk percaya bahwa cinta sejati benar-benar ada. Namun, di balik segala keterpurukan, ada bara kecil yang tetap menyala tekad untuk tidak lagi diinjak. Tidak lagi diam. Tidak lagi menjadi boneka dalam hidup orang lain. Ini adalah cerita tentang luka yang tak tampak. Tentang pertahanan yang diam-diam tumbuh. Dan tentang seorang gadis yang mulai bangkit... dengan caranya sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines