The Letter

The Letter

  • WpView
    LECTURAS 166
  • WpVote
    Votos 17
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadConcluida mié, oct 19, 2022
Bukan cinta yang bertepuk sebelah tangan. Bahkan aku masih belum mengerti konsep cinta yang bertepuk sebelah tangan itu seperti apa. Namanya saja sudah terdengar aneh. Tapi cinta ini, adalah cinta sepihak yang kujalani. Ini nyata, dialami banyak orang. Dan anggap saja, bahwa aku salah satu di antara banyak orang yang tidak beruntung itu. Satu-satunya keberuntungan yang kudapat dan membuatku berpikir itu saja sudah cukup adalah, aku masih bisa 'jatuh cinta'. Copyrightⓒ2016_Meisesa #Wattys2016 [ inspired by true story ]
Todos los derechos reservados
#24
two-shot
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • DENTING  [Revisi]
  • When Love Walked In
  • REASON [COMPLETE]
  • Awareness: Is (not) The Ending
  • Rachel (SELESAI)
  • Resist Your Charms
  • Seuntai Rasa
  • [END] Blind Rainbow
  • DiaNda (END)
  • DENNIES

Kebersamaan dapat membuka celah dihati seiring berjalannya waktu. Berada disampingmu itu sebuah kenyamanan bagiku. Kamu yang selalu sabar, kamu yang menantiku, kamu yang bertahan disaat aku juga sedang bertahan untuk orang lain. Hingga orang yang aku perjuangkan ternyata mengecewakan. Tapi aku sadar, betapa hati ini kosong. Kau pergi membawa hatiku tanpa membawa diriku. Hatiku dibawa olehmu, aku tak dapat merasakan apapun selain kehangatan jiwamu. Namun, kamu pergi tanpa sempat memberi hatimu, Juga kau biarkan hatiku terkurung disana. Aku jatuh hati padamu. Sedangkan kamu terlalu mudah menjatuhkan hatiku. Kamu melupakanku, menjauhiku. Dan aku hanya bisa diam, menyadari semuanya berjalan menjauh tanpa bisa berbuat apa-apa. Karena ku rasa ini sudah sepantasnya aku dapatkan, mengingat dulu aku-lah yang lebih banyak menyakitimu. Dan itu seperti bomerang, kembali menyerang balik diriku. Aku tak dapat mencegahmu pergi. Dan kamu, diam-diam menjemput perempuan masa lalumu. Namun, aku terlalu bodoh untuk mengetahui perasaan orang macam kamu. Yang aku tahu, cinta itu mudah. Dan ternyata aku salah. Bahkan, aku salah telah memilih orang. ----- Note: Hargai tulisan karena menulis butuh pemikiran, waktu, dan imajinasi yang tak semudah saat membacanya saja. Dan lapor ya, kalo kalian menemukan cerita yang sama seperti ini, makasih ☺

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido