Happiness and Tears

Happiness and Tears

  • WpView
    LECTURES 113
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Chapitres 3
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication lun., oct. 30, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Prolog Tak selamanya awal yang indah akan berakhir indah. Bagiku, gadis bernama Adsila yang kerap dipanggil Cila, gadis periang yang sederhana dengan sedikit keluguan beranggapan bahwa 'awal yang indah akan berakhir indah' hanyalah sebuah kebetulan. Terutama dalam cinta.. Hanya segala drama romantis dengan beribu kata mutiara yang sangat manis untuk di dengar dan para putri cantik dalam dongeng yang mengalaminya. Masa lalu ku yang kelam ketika ku baru mengenal cinta sangatlah ku benci. Apakah adil seorang sepertiku di perlakukan seperti itu pada cinta pertama? Kurasa tidak. Masa lalu yang berawal dengan sejuta kenangan manis nan indah hancur dan pergi meninggalkan jiwa dan raga ku sendirian tanpa ada rasa menghargai keberadaanku. Apakah cinta setega itu? Aku tidak percaya lagi cinta. Aku akan menutup pintu hatiku.
Tous Droits Réservés
#407
tears
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • HATRED [On Going]
  • BBS: MEANING HAPPY|END|.
  • l'm Fine :) [ON GOING]
  • OUR STORY (ZLS)
  • My Heart
  • GEMINTANG HATIKU
  • Late
  • Tak Sejalan
  • Amor Almira

[Sebagian part di privat. Harap follow dulu kalau mau baca.] Benci? Membenci? Kebencian? Entah ada apa dengan diriku, membenci gadis tak bersalah karena alasan masa lalu. bahkan, masalalu yang tak ada sangkut pautnya dengan dia. Perkataan dan perlakuanku padanya mampu membuat gadis itu jatuh terperosok kedalam luka. Namun, Seiring berjalannya waktu, perilaku kasar dan rasa benci padanya, berubah menjadi rasa ingin selalu melindunginya. Tapi, ketika masa lalu tengah kembali, keegoisan selalu memegang kendali atas kerja otakku. Sehingga membuat rasa peduli dan perasaan aneh ini... lenyap begitu saja. Lantas, siapa yang merasa tersakiti disini? Almira? Tentu saja! -Haruno Altair Wijaya Airmata? Rasa sakit? Kecewa? Sudah sangat biasa bagiku. Terjebak didalam rumah mewah bagai istana, bak neraka dunia bagiku. Aku gadis bodoh, yang menjadi pihak yang selalu disalahkan. Gadis bodoh, yang mencintai orang yang membenciku. Gadis bodoh, yang masih bertahan karena alasan cinta? Tapi, cinta tidak akan menyakiti sejauh ini, bukan? Lantas, jika ini ujian, maka aku tak akan pernah lari, walau aku mampu sekalipun. -Almira Pradita Parasayu.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu