S A S Y A
  • WpView
    Reads 8,691
  • WpVote
    Votes 1,267
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadComplete Sat, Jul 14, 2018
[LAGI DI EDIT TYPO DLL] Setelah menerima beberapa kenyataan pahit dalam hidupnya, seorang Sasya Varishka bagai hilang di telan bumi. Bahkan timbul beberapa spekulasi dari teman-temannya atas menghilangnya gadis itu. Tidak ada seorang pun yang tahu bagaimana keadaan gadis itu sekarang, Apakah ia masih hidup ? Atau mungkin sudah memiliki kehidupan yang lain? Teka-teki itu pun cukup menghantui Emirio Sadewa selama hidupnya. **** SEMOGA PADA SUKA CERITANYA YA! *fyi, cerita ini diangkat dari kisah nyata. jadi jangan lupa kasih vote ya kalau ceritanya menarik!* thank you
All Rights Reserved
#5
peachpachara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kasat Rasa [Ongoing]
  • Where Are You?
  • I am Sorry, Sasa. (COMPLETED)
  • AURORA
  • GASYA
  • Langit Dara [End]
  • Peluk Aku, Tuan
  • ELANG [End]
  • Perihal Waktu [ REVISI ]

Keduanya sama-sama tertawa ketika suasana perlahan mencair. Juwita yang mulai membuka diri kini kembali melontarkan pertanyaan acak yang Ia sesali setelahnya. "Kamu kalo kesini sama siapa, raf ? Pacar ?" Raut lelaki itu tiba-tiba berubah. Tatapan matanya berpendar kearah lain, menyembunyikan cemas yang tersirat di balik jawabannya yang santai. "Pacar saya lagi gga di sini, Rei. Dan dia bukan anak tongkrongan kayak kita." Tanpa sadar gadis itu menahan nafasnya sendiri, belum siap dengan jawaban yang diterimanya. "Oh, gitu. Udah lama LDR-nya ?" Juwita bertanya lagi dengan wajah ingin tahu, walau kenyataannya justru sebaliknya. Sebab menurutnya akan aneh ketika topik itu hanya berhenti sampai di situ saja. "Sejak lulus kuliah. Dua bulan yang lalu. Dia sekarang lagi lanjutin S2 di Jakarta." "Wowww,,,hebat ya dia masih semangat untuk kuliah. Limitted edition tuh cewek kayak gitu. Kamu beruntung, raf." Lelaki itu hanya menjawabnya dengan senyuman tipis. Kepalanya menunduk, menyembunyikan wajahnya dari Juwita yang sedang menatapnya nanar. Setelahnya, obrolan itu terjeda beberapa saat. Keduanya kembali sibuk dengan isi kepala masing-masing. Juwita yang merasa bersalah karena telah menghadirkan pembahasan yang berat, juga Asraf yang kini sedang mengabaikan kenyataan yang membuat suasana kembali hening. "Kayaknya salah banget ya kita baru ketemu sekarang ?" Rasanya seperti ada sebuah kekuatan besar yang menyerap habis suara-suara di sekitar mereka. Heningnya terasa mencekam ketika hanya ada suara Asraf dan debar jantungnya di sana. Pertanyaan Asraf tadi menggaung di telinga, menimbulkan rasa perih yang tidak seharusnya ada. Untuk apa Ia merasa kecewa ketika tahu bahwa Asraf ternyata sudah punya pacar ? Bukankah mereka tidak pernah memiliki hubungan yang spesial sebelumnya ?

More details
WpActionLinkContent Guidelines