4 Cakrawala [One Direction Fanfic]
  • Reads 37
  • Votes 4
  • Parts 1
  • Reads 37
  • Votes 4
  • Parts 1
Ongoing, First published Jan 29, 2016
Namun satu hal yang perlu di ingat, semua angan-angan mereka akan sia-sia bila tidak ada keberanian di dalam diri mereka. Keberanian yang akan membuat mereka berempat mengerti tentang arti sebuah perjuangan. Tapi perjuangan tidak akan membekas bila tidak ada tawa dan air mata. Mulai detik ini, mereka bertekad akan membuat cerita kehidupan mereka selayaknya ombak yang menggulung di antara luasnya samudra dan berkibar dengan indah seperti bendera sang pusaka. 

Note; This story is from 1D fanfic that I have made about 1-2 years ago. So, for the hatters I beg to please get out of here.

Capricornbear, 2014-2015.
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add 4 Cakrawala [One Direction Fanfic] to your library and receive updates
or
#87island
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Dosa Ku cover
The Best Of Miracle cover
BABY CHANIE cover
Rafa [End💗] cover
After Graduation cover
𝐒oerabaja, 1730 cover
Kesayangan Bunda cover
antagonis wife [PO] cover
Fiction -sungjake✔ cover
Little Dumplings cover

Dosa Ku

76 parts Ongoing

Liu Qiaqio, Permaisuri Dinasti Jin, telah menyerahkan hati, jiwa, dan raganya untuk sang kaisar. Dia mencintainya dengan sepenuh hati hingga merasa lelah, tetapi sang kaisar yang dingin hanya memiliki mata untuk satu orang, dan orang itu bukanlah dirinya. Kehangatan di mata kaisar saat memandang orang itu tidak pernah menjadi miliknya, kelembutan suara kaisar saat berbicara dengan orang itu tidak pernah ditujukan padanya, bahkan hingga ajal menjemput. "Apa salahku sehingga kau membenciku sejauh ini? Apa aku telah melakukan kesalahan sehingga kau memandangku dengan begitu hina? Apakah mencintaimu adalah dosa yang begitu besar?" tanyaku dengan lemah. "Dosamu adalah mencintai seseorang yang seharusnya tidak kau cintai," jawabnya dingin. 'Dia benar, aku telah menghabiskan terlalu banyak cinta untuknya hingga aku tidak punya sisa cinta untuk anak-anakku, untuk mereka yang benar-benar peduli padaku. Jika aku diberi satu kesempatan untuk menebus semua itu, aku akan menghabiskan seluruh hidupku melakukannya,' pikirku sembari menutup mata dan menyambut kematian. Atau begitulah pikirku.