TCP [2] : "Reflection"

TCP [2] : "Reflection"

  • WpView
    Reads 216,246
  • WpVote
    Votes 17,712
  • WpPart
    Parts 36
WpMetadataReadComplete Sun, Jul 22, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Masa SMA Milo awalnya seperti yang dia rencanakan. Datang pagi, menegur Citra dan Jati yang akan selalu meramaikan kelas dengan debat tak mutu, duduk di kursi kedua dari depan, belajar dengan giat, menuruti segala perintah guru, berkumpul dengan lima sahabatnya, dan menjalankan organisasi OSIS dengan baik. Yap, itu hanya "awalnya". Semua berubah ketika mata coklat terang itu memandangnya dengan sempurna. Bagi Milo, semua terasa ... tak asing. Dua tahun sekelas dengannya, Milo kini paham akan sebuah hal yang tak pernah dia ungkit kembali. Ada sesuatu dibalik pancaran datar mata itu. Sesuatu yang sungguh disayangkan bermuara di masa lalu. ©Copyright, 2016, sarrahnadhifah. #168 on Teenfiction - 20/7/16. #135 on Teenfiction - 27/7/16. #130 on Teenfiction 28/8/16. cover credit to: devianart, with a little bit editing by me. *** [ cerita beda sama TRS. tolong jangan disama-samain. ] [ cerita ini mengandung beberapa kata kasar, mohon baca dengan bijak ]
All Rights Reserved
#321
teenager
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DENTING  [Revisi]
  • Cerita Tentang Kita
  • Misunderstand
  • BREATHE
  • Everything Happens for a Reason
  • [LT:3] Unsocialove
  • As Time Allows
  • OUR STEP
  • [END] Blind Rainbow
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)

Kebersamaan dapat membuka celah dihati seiring berjalannya waktu. Berada disampingmu itu sebuah kenyamanan bagiku. Kamu yang selalu sabar, kamu yang menantiku, kamu yang bertahan disaat aku juga sedang bertahan untuk orang lain. Hingga orang yang aku perjuangkan ternyata mengecewakan. Tapi aku sadar, betapa hati ini kosong. Kau pergi membawa hatiku tanpa membawa diriku. Hatiku dibawa olehmu, aku tak dapat merasakan apapun selain kehangatan jiwamu. Namun, kamu pergi tanpa sempat memberi hatimu, Juga kau biarkan hatiku terkurung disana. Aku jatuh hati padamu. Sedangkan kamu terlalu mudah menjatuhkan hatiku. Kamu melupakanku, menjauhiku. Dan aku hanya bisa diam, menyadari semuanya berjalan menjauh tanpa bisa berbuat apa-apa. Karena ku rasa ini sudah sepantasnya aku dapatkan, mengingat dulu aku-lah yang lebih banyak menyakitimu. Dan itu seperti bomerang, kembali menyerang balik diriku. Aku tak dapat mencegahmu pergi. Dan kamu, diam-diam menjemput perempuan masa lalumu. Namun, aku terlalu bodoh untuk mengetahui perasaan orang macam kamu. Yang aku tahu, cinta itu mudah. Dan ternyata aku salah. Bahkan, aku salah telah memilih orang. ----- Note: Hargai tulisan karena menulis butuh pemikiran, waktu, dan imajinasi yang tak semudah saat membacanya saja. Dan lapor ya, kalo kalian menemukan cerita yang sama seperti ini, makasih ☺

More details
WpActionLinkContent Guidelines