TCP [2] : "Reflection"

TCP [2] : "Reflection"

  • WpView
    Reads 216,199
  • WpVote
    Votes 17,709
  • WpPart
    Parts 36
WpMetadataReadComplete Sun, Jul 22, 2018
Masa SMA Milo awalnya seperti yang dia rencanakan. Datang pagi, menegur Citra dan Jati yang akan selalu meramaikan kelas dengan debat tak mutu, duduk di kursi kedua dari depan, belajar dengan giat, menuruti segala perintah guru, berkumpul dengan lima sahabatnya, dan menjalankan organisasi OSIS dengan baik. Yap, itu hanya "awalnya". Semua berubah ketika mata coklat terang itu memandangnya dengan sempurna. Bagi Milo, semua terasa ... tak asing. Dua tahun sekelas dengannya, Milo kini paham akan sebuah hal yang tak pernah dia ungkit kembali. Ada sesuatu dibalik pancaran datar mata itu. Sesuatu yang sungguh disayangkan bermuara di masa lalu. ©Copyright, 2016, sarrahnadhifah. #168 on Teenfiction - 20/7/16. #135 on Teenfiction - 27/7/16. #130 on Teenfiction 28/8/16. cover credit to: devianart, with a little bit editing by me. *** [ cerita beda sama TRS. tolong jangan disama-samain. ] [ cerita ini mengandung beberapa kata kasar, mohon baca dengan bijak ]
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [END] Blind Rainbow
  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • OUR STEP
  • Hy Enemy! I MISS YOU. [LENGKAP]
  • The First, Not the Last
  • DENTING  [Revisi]
  • Cerita Tentang Kita
  • [LT:3] Unsocialove
  • Nuginara [END]
  • Troublemaker vs Ketua osis(REVISI)

[Teen Fiction] Follow dulu, baru dibaca. "Awal pertemuan kita bagai takdir. Antara aku dan dirimu seperti terikat oleh seutas benang tak kasat mata yang disebut kebetulan. Kita dengan semua perbedaan yang ada bertemu dalam keadaan tidak terduga. Dan karena takdir pula kita mencoba bersama dan melupakan kenyataan akan pahit yang mengejar. Lalu takdir. Apa karena dirinya pula kita akan berpisah?" -Pelangi "Bagiku setiap detik bersamamu adalah masalah. Kamu bagai bom waktu yang selalu meledak tepat dihadapanku. Tapi entah kenapa aku justru merasa nyaman dengan keadaan ini. Semakin lama aku semakin memahami dan mencintai kamu. Tapi aku harus lari. Mengucap pergi pada mimpi indah yang selama ini kita bangun. Namun kumohon. Jangan anggap diriku sebagai salah satu dari mimpimu. Karena aku nyata. Karena aku selalu disisimu. Hidup. Bukankah memang kadang terasa aneh seperti ini?" -Arsen Kisah tentang kalian yang mencari cinta Kisah tentang kalian yang mencari pemaafan Kisah tentang kalian yang mencari ketenangan *Cerita dibuat belum diedit, jadi harap pengertiannya jika mau tetap lanjut membaca.

More details
WpActionLinkContent Guidelines