When You Were Here

When You Were Here

  • WpView
    Reads 8,455
  • WpVote
    Votes 521
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadMatureComplete Fri, Jun 24, 2016
Bagaimana bisa aku terjebak denganmu, sosok yang lari dari masa lalu gelap nan suram? Pertanyaan itu terus bergema di kepalaku, meski aku tahu bahwa tidak pernah ada alasan khusus untuk seseorang bisa jatuh cinta. Aku senang bisa mengenalmu, yang mengajarkanku arti bertahan demi cinta. Tapi apa harus begini cara kita berpisah? Di saat kebahagiaan yang utuh baru saja kita raih? Banyak orang mengatakan aku gila karena mengharapkanmu kembali. Banyak orang mengatakan aku bodoh karena menanti sesuatu yang mustahil. Mungkin mereka benar. Terserah. Tapi tolong Tuhan, jika memang masih ada kesempatan, tuntunlah ia kembali ke sisiku agar aku yakin penantian ini tak sia-sia. Izinkanlah aku mengatakan sekali lagi padanya kalau.. Aku merindukanmu. Aku membutuhkanmu. Aku mencintaimu, dan akan selalu begitu. Berhenti berlari. Mulai berbalik, dan lihat aku di sini. Masih mengharapkanmu dan memercayaimu. ------------------- Copyright © 2016 by Iamwachida Tinggalkan jejak setelah membaca :)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Marry With My Senior ( SUDAH DIBUKUKAN DAN TERSEDIA DI APLIKASI DREAME)
  • Misunderstand
  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • IF YOU
  • Karena Aku Mencintaimu...
  • Why Do You Love Me [COMPLETED]
  • Ketaksaan Cinta ✔️
  • Sacrifice ( Lengkap  )
  • BACKWARDS (spartace ff)
  • Friend's Zone's

→DILARANG BAPER,WALAUPUN MENYAKITKAN.← Aku punya rasa yang tak biasa setelah cukup lama memudar tanpa warna. Sedikit akan aku deskripsikan bagaimana posesifnya aku yang terus membekas di ingatan, di ingat bagaimanapun akan terasa hangat sampai menutup usia. Kini semua menjadi cerita lama yang tertutup rapat, di hiasi debu dan tampak usang. Sebab di matamu tidak ada yang istimewa dari sudut pandang manapun, bahkan hanya hal biasa saja. Mungkin kamu sudah lupa dari beberapa tulisan yang aku rangkai di sini adalah cara manismu. Tapi percayalah, cinta tulusku akan selalu terjaga rapi, mendoakan dari jauh untukmu agar selalu bahagia. Di ketikan part ini juga, aku benar - benar memupuk rindu yang membuncah hebat, tertuang lepas pada isak tangis di atas sajadah. Kali ini mencintaimu dengan caraku sendiri, ' berbisik di sujud langit gemuruh mendengarnya' . lain kali di waktu begitu baik, semua mimpi akan menjadi nyata bukan fatamorgana, kamu ada di sebelahku dan kamu adalah takdirku. Chocolatea, 2016 akhir.

More details
WpActionLinkContent Guidelines