Story cover for When You Were Here by iamwachida
When You Were Here
  • WpView
    Reads 8,443
  • WpVote
    Votes 521
  • WpPart
    Parts 17
  • WpView
    Reads 8,443
  • WpVote
    Votes 521
  • WpPart
    Parts 17
Complete, First published Jan 30, 2016
Mature
Bagaimana bisa aku terjebak denganmu, sosok yang lari dari masa lalu gelap nan suram?

Pertanyaan itu terus bergema di kepalaku, meski aku tahu bahwa tidak pernah ada alasan khusus untuk seseorang bisa jatuh cinta.  Aku senang bisa mengenalmu, yang mengajarkanku arti bertahan demi cinta.

Tapi apa harus begini cara kita berpisah? Di saat kebahagiaan yang utuh baru saja kita raih?

Banyak orang mengatakan aku gila karena mengharapkanmu kembali. Banyak orang mengatakan aku bodoh karena menanti sesuatu yang mustahil. Mungkin mereka benar.

Terserah. Tapi tolong Tuhan, jika
 memang masih ada kesempatan, tuntunlah ia kembali ke sisiku agar aku yakin penantian ini tak sia-sia. Izinkanlah aku mengatakan sekali lagi padanya kalau..

Aku merindukanmu. Aku membutuhkanmu. Aku mencintaimu, dan akan selalu begitu.

Berhenti berlari. Mulai berbalik, dan lihat aku di sini. Masih mengharapkanmu dan memercayaimu.

-------------------
Copyright © 2016 by Iamwachida

Tinggalkan jejak setelah membaca :)
All Rights Reserved
Sign up to add When You Were Here to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Truth After Love (Tamat, segera terbit) by tiaxyl
36 parts Ongoing Mature
perang "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.
You may also like
Slide 1 of 10
Marry With My Senior ( SUDAH DIBUKUKAN DAN TERSEDIA DI APLIKASI DREAME) cover
Karena Aku Mencintaimu... cover
Sekali Lagi (End)  cover
Destiny cover
IF YOU cover
DikaRanggi cover
Sacrifice ( Lengkap  ) cover
Truth After Love (Tamat, segera terbit) cover
Ketaksaan Cinta ✔️ cover
Misunderstand cover

Marry With My Senior ( SUDAH DIBUKUKAN DAN TERSEDIA DI APLIKASI DREAME)

41 parts Complete Mature

→DILARANG BAPER,WALAUPUN MENYAKITKAN.← Aku punya rasa yang tak biasa setelah cukup lama memudar tanpa warna. Sedikit akan aku deskripsikan bagaimana posesifnya aku yang terus membekas di ingatan, di ingat bagaimanapun akan terasa hangat sampai menutup usia. Kini semua menjadi cerita lama yang tertutup rapat, di hiasi debu dan tampak usang. Sebab di matamu tidak ada yang istimewa dari sudut pandang manapun, bahkan hanya hal biasa saja. Mungkin kamu sudah lupa dari beberapa tulisan yang aku rangkai di sini adalah cara manismu. Tapi percayalah, cinta tulusku akan selalu terjaga rapi, mendoakan dari jauh untukmu agar selalu bahagia. Di ketikan part ini juga, aku benar - benar memupuk rindu yang membuncah hebat, tertuang lepas pada isak tangis di atas sajadah. Kali ini mencintaimu dengan caraku sendiri, ' berbisik di sujud langit gemuruh mendengarnya' . lain kali di waktu begitu baik, semua mimpi akan menjadi nyata bukan fatamorgana, kamu ada di sebelahku dan kamu adalah takdirku. Chocolatea, 2016 akhir.