EXPECTED ✔

EXPECTED ✔

  • WpView
    Reads 472,831
  • WpVote
    Votes 25,587
  • WpPart
    Parts 26
WpMetadataReadComplete Sun, May 22, 2016
Salahkah aku jika aku memiliki kedua orangtua yang menyayangiku tanpa harus melihat statusku yang sebenarnya? Salahkah jika aku hidup dalam ketenangan dan kedamaian? Salahkan jika aku mencintai seseorang yang juga mencintaiku apa adanya? Apalah arti hidup ini jika aku tidak memiliki semuanya. Hidup yang tentram, kedua orangtua yang menyayangiku, dan juga pria yang mencintaiku apa adanya. Aga. Sejak aku mengenali pria itu, aku jadi yakin bahwa hidupku begitu berarti. Aku tau pada awalnya, dia tidak menyukaiku. Apalagi kepopulerannya yang dikenal sebagai anak pemilik sekolahku dengan wajah dan tubuhnya yang mempesona. Aku ingin hidupku sempurna. Hidup tidak dalam kesendirian, hidup yang selalu tentram, hidup yang selalu ditumpahkan bersama dengan kedua orangtua kita, hidup yang selalu dicintai apa adanya.
All Rights Reserved
#14
kylie
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Close Your Eyes (Sehun - Jieun) (End)
  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (END)
  • Juan [REVISI]
  • SANDYAKALA ANGKASTA
  • BULAN [Selesai]
  • Don't Talk About Money
  • It's My Life (End)
  • Di Balik Nama Zella
  • You're Here, But Not For Me

Aku hanya mampu berdiri di ambang pintu kamarku, menyaksikan tawa lepas mereka, kebersamaan mereka, canda tawa mereka, dan kebahagiaan yang terpancar jelas dari raut wajah mereka. Masihkah aku dianggap dalam keluarga ini? Masihkah aku terlihat dalam keluarga ini? Masih adakah aku dalam hati mereka? Atau mungkin aku hanya dianggap angin lalu yang sama sekali tidak penting dan tidak ada gunanya? Tanpa terasa air mata ini sudah mengalir deras, mengalir membasahi pipiku, aku tak berniat untuk menghapusnya, karena aku yakin air mata ini akan terus mengalir walau aku sudah beberapa kali menghapusnya. Hatiku sangat perih, dadaku begitu sakit, kepalaku mulai terasa pusing dan berat, memang hanya rasa sakit lah yang selalu setia menemaniku saat aku merasa sendiri dan terasingkan seperti ini. Sering aku bertanya-tanya, apakah aku bukan anak kandung mereka? Apakah kehadiranku di dunia ini sama sekali tak di inginkan? Apakah aku hanya anak terbuang yang di pungut oleh mereka? Perasaan sakit dan rasa iri ini selalu membuatku bertanya-tanya dalam hati, namun aku tahu bahwa aku tak sepantasnya untuk bertanya seperti itu, biar bagaimana pun mereka adalah keluarga yang menjaga dan mengasihiku selama ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines