THE HOLY CHILD

THE HOLY CHILD

  • WpView
    GELESEN 427
  • WpVote
    Stimmen 2
  • WpPart
    Teile 2
WpMetadataReadLaufend15m
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert So., Jan. 31, 2016
WpInfo
Belletristik
Gesellschaftliche Themen
THE HOLY CHILD "Maafkan bunda ya Allah! Bunda sudah berkawan dengan setan. Jangan bakar al-Qur'an Rasyid!!!!" teriaknya histeris. Rasyid terus saja menangis memohon agar ibunya mengembalikan semua al-Qur'annya. Namun ibunya tetap saja tidak menghiraukan tangisan Rasyid sampai dia kecapean dan memasuki kamarnya. Di dalam kamar, Rasyid memeluk al-Qur'an satu-satunya yang ia bawa sejak usai sahalat subuh. Dia memeluk al-Qur'an itu erat sekali, seakan-akan ada orang lain di hadapannya yang hendak mengambil al-Qur'an itu darinya. Beberapa saat kemudian dia memandangi al-Qur'an itu dengan tangis dan linangan air mata, dia kecup al-Qur'an itu penuh khidmat. "Al-Qur'an bunda kok jahat yah? Rasyid kan sayang al-Qur'an, Rasyidkan cinta al-Qur'an," ucapnya dengan kalimat terbata-bata sambil menahan tangis. Air matanya terus berlinangan menuruni pipi dan menetes ke mushaf suci yang berada di dalam pelukannya. Beberapa saat dia masih larut dalam tangisan yang menyayat itu, bak yatim piatu yang ditinggal pergi kedua orangtuanya, untuk selamanya. Novel ini berisi kisah nyata anak ajaib bernama Syekh Muhammad Abdul Rasyid. Sejak kecil anak ini sudah menunjukkan keajaiban-keajaibannya: - Umur 6 bulan sudah bisa berjalan dan pintar berbicara. - Kalimat pertama yang ia ucapkan, "ALLAH." - Umur 8 bulan sudah bisa menulis kalimat "ALLAH" dan "MUHAMAD" tanpa ada yang mengajarkannya. - Umur 4 tahun sudah bisa berbicara bahasa Arab dan bisa membaca kitab Arab gundul tanpa guru. - Umur 5 tahun menghafal al-Qur'an dan bisa menirukan irama 15 imam besar dunia, mulai dari imam Masjidil Haram, Masjid Nabawi, Masjid Agung Kuwait, dll. - Sudah berkali-kali bertemu Nabi Muhammad di dalam mimpi. - Diberi gelar "Syekh" oleh Syek Ali Jabeer dalam acara Hafiz Cilik Indonesia. - Senantiasa mengisi hari-harinya dengan menulis, membaca, menghafal, dan mengajarkan al-Qu'ran.
Alle Rechte vorbehalten
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Tell Me You Love Me Too
  • Stay with Me
  • Makhfi
  • Synthesis of Scattered Pieces ✔️
  • Symphony of The Fallen Crow {Itachi's daughter Story}
  • Kabir-Kajal:- The Saga Of Love
  • JANNAT✓ | KIM TAEHYUNG AU | A INDIAN FF
  • the ict's jaan

Umpisa pa lang alam ko sa sarili ko na hindi mo naman susuklian ang pagmamahal na nararamdaman ko para sa'yo. Una pa lang alam ko ng kapatid lang ang tingin mo sa akin habang sa kaniya tingin mo ay magiging asawa at maging nanay ng mga anak mo. Alam ko. Sa umpisa pa lang alam na alam ko. Pero kahit totoong alam ko sa sarili ko ang bagay na 'yan. Mas pinili kong magbulagbulagan kasi akala ko makikita mo din ako, hindi bilang kaibigan o kapatid kundi bilang isang babae. Akala ko sa paglipas ng panahon ay matututunan mo din akong mahalin at piliin kahit pa iniwan ka niya. Akala ko mapapalitan ko siya sa puso mo. Ngunit sa paglipas ng panahon. Mas lalong maging malinaw ang lahat. Naging sobrang linaw na hindi na kayang maging bulag bulagan. Hindi ko maiwasang mag tanong kung anong mali sa sarili ko. Ako naman yung nandito sa tabi mo pero bakit hindi ako? Bakit kahit wala na siya ay kalaban ko pa din siya diyan sa puso mo? Bakit kahit wala na siya ay kahati ko pa din siya sa diyan sa atensyon mo? Bakit... Bakit hinihintay mo pa din siyang bumalik sa'yo?

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien