HAJIAM
  • WpView
    Reads 212
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadMatureComplete Wed, Mar 8, 2017
aku sudah sangat lelah untuk berlari. ku mohon jangan hancurkan hatiku lagi. jangan pernah kembali dalam ingatanku. aku begitu tersiksa. kurasa 3 tahun adalah waktu yang lama. namun kenapa hatiku tetap terasa sakit. kurasa dengan hadirnya dia di sisiku perlahan aku akan melupakanmu. namun aku salah. samar-samar kenangan dulu teringat olehku. saat kita bersama. saat aku menunggumu yang selama 28 Hari tak masuk Sekolah. saat ku teriakan Namamu dgn lantang di Lapangan. saat ku pegang Tanganmu. saat kau tersenyum saat kau tertawa. saat kita satu kelompok bersama. saat kau lebih unggul dariku. saat kita saling mengirim pesan. saat kita lulus. saat kau melupakan ku. saat mereka bilang kau dekat dengan nya. saat aku menangis meneriakan namamu. saat aku menyalahkan keadaan Tubuhku. saat kesehatanku melemah. saat aku hampir bunuh diri. saat aku meluapkan sakit hatiku pada makanan. saat aku mencoba melupakan mu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • IT HURTS
  • First Love
  • kaisoo gs kehidupan kyungsoo (END)
  • My Cold Prince
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • FATE LOVE S2 •Sunsun•✓
  • Mahligai Sunyi
  • ALISHA (end)
  • You're Here, But Not For Me
  • Ketika Tulisan bercerita?
IT HURTS

Selama ini hanya kesakitan yang aku rasakan. Sakit yang mungkin tak pernah bisa hilang. Keluarga dan satu teman yang hanya bisa menutupi kesakitanku. Namun semua berubah secepat pelangi yang datang setelah hujan turun. Dia datang dengan kehangatan yang tidak bisa aku hindari. Segala fikiran tentang keburukan di otakku perlahan menghilang dan tergantikan dengan beribu sinar mentari. Hidupku tidak lagi menyedihkan meskipun tak bisa terlupakan kenangan buruk itu di fikiranku. Tapi kebahagian yang baru sudah datang menyambutku. Terima kasih atas sinar mentarimu yang perlahan bisa membuatku bersinar kembali.

More details
WpActionLinkContent Guidelines