PROMISE | Chanyeol

PROMISE | Chanyeol

  • WpView
    Reads 604
  • WpVote
    Votes 40
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 23, 2016
Prolog Sebuah janji SEHIDUP SEMATI membuat kedua insan yang berbeda jenis kelamin tersebut selalu mengingat janji tersebut yang mereka buat. Dan karena sebuah keharusan membuat mereka terpisah. Memulai hidup tanpa seseorang yang melengkapi tersebut sampai Tuhan mempertemukan mereka kembali dengan cara Nya. Dengan pertemuan kembali tersebut akankah sebuah janji yang mereka buat dulu menjadi kenyataan dan akankah mereka sehidup semati. Akankah masih ada rasa cinta yang dulu mereka tak mengerti menjadi sebuah cinta yang nyata dan berlaku. Atau mereka hanya memulai dari awal sampai akhir menjadi teman saja??
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • After You, The Rain Felt Different
  • Endless Love
  • Super Psycho Love
  • Behind The Truth [COMPLETED]
  • Bunda oline dan bayi tata
  • HOME (EXO FF) ✔
  • XTEG
  • Only You
  • CHRISTIAN EL DANDELION [ The End ]
  • OUR PROMISE

"prolog" Aku selalu percaya, setiap hujan punya kenangan. Dan Bandung... menyimpan kita di antara rintiknya. Dulu, kita pernah berjalan di jalan yang sama. Saling genggam tangan, saling percaya bahwa kita akan bertahan meski apa pun yang terjadi. Tapi waktu, entah kenapa, pelan-pelan mengubah semuanya. Bukan karena kita berhenti mencinta, tapi karena kita berhenti saling memahami. Kita tumbuh... dan entah sejak kapan, kita juga menjauh. Aku masih ingat, kamu yang dulu suka nyore di taman sambil dengerin lagu-lagu mellow, bilang hujan bikin kamu tenang. Sementara aku, cuma bisa duduk diam di sebelahmu, berharap kamu nggak sadar kalau aku selalu ngeliatin kamu lebih lama dari seharusnya. Semuanya indah-sampai kita salah paham. Sampai kata-kata jadi senjata, dan cinta jadi luka. Sekarang, setelah waktu memisahkan kita, aku cuma bisa bertanya dalam hati: Kalau kita dulu sedekat itu... kenapa akhirnya kita jadi dua orang asing di kota yang sama?

More details
WpActionLinkContent Guidelines