Karena Cinta Punya Waktu

Karena Cinta Punya Waktu

  • WpView
    Reads 566
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing16m
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 5, 2016
Perlahan tetes air hujan jatuh membasahi bumi, daun-daun diluar sana pun basah, gemercik air hujan terdengar jelas ditelinga, dan hawa dingin pun mulai menusuk tulang. Langit begitu gelap, sama seperti hatiku saat ini, mungkin memang sedang bersahabat denganku. Aku bangkit dari kasurku, lalu berjalan ke arah jendela kamarku, yang berhiaskan tirai dengan miniature Eiffel tower. Perlahan tanganku mulai mencoba menyentuh jendela yang saat ini mulai berembun dan basah. Pandanganku kosong menatap langit malam yang tak bersinar. Kini pandanganku teralihkan pada sebingkai foto dan setangkai bunga mawar yang berada di meja belajarku. Aku pun mulai mengambilnya. Ku usap kaca dan bingkai foto itu, ku pandangi gambar dirinya, dan ku cium mawar itu, rasa rinduku pun kian terasa. Tetes demi tetes air mataku jatuh membasahi pipi, perlahan aku mencoba untuk tersenyum dan mengingat kenangan itu, sekitar 5 tahun yang lalu. >>>>>>><<< Seperti Mentari... Seperti Pelangi... Seperti dirimu... Yang selalu ku tunggu... Lagu itu terus berputar di ponselku, menemaniku di saat aku rindu pada Keenan, sambil mecabuti satu persatu kelopak bunga mawar. Tak terasa, aku menyimpan banyak kelopak bunga mawar yang sebagian telah layu di toples kaca besar. Kelopak bunga yang selama ini menjadi pelampiasan rasa rinduku pada Keenan. "Tuhan, sedang apa Keenan disana? Apakah dia juga menikmati malam yang hujan dan gelap ini? tolong sampaikan padanya, bahwa aku sangat merindukannya. Aku hanya ingin dia tahu bahwa aku sangat menyayanginya. Kamu yang selalu ku tunggu Keenan. Seperti yang kamu bilang, bahwa cinta punya waktu, tapi kapan cinta itu menemukan waktunya? Regresa a mi." ucapku diiringi isak tangis dan memeluk erat bingkai foto Keenan. Hujan, mawar, balon merah muda punya cerita dan kenangan tentangmu Keenan. Aku akan tetap menunggu, belajar memahami, setia, dan tetap menyayangimu hingga cinta menemukan waktunya, karena aku percaya, cinta punya waktu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Clandestine
  • Abadi Mohabbat ✓
  • Word Of Action!✔️
  • Dark Judgment
  • Chupi Mohabbat (ON HOLD)
  • jab tak jiyenge mohabbat karenge
  • ❤️ PYAR KA SADQAY ❤️ •~ MEERASIM FF •~
  • "Passion's Romance Love"

His face is leveled to mine and I can see tiny droplets of water on his face and lips as he draws closer to me, my anticipation is crazy as he moves millimeter by millimeter. I roll my eyes and move my head away. "Don't do this." He acknowledges what I said but doesn't act on it. He takes his hand and moves it to my jawline, moving my head to him. This causes me to become frantic. I can't get messed over. "Karan, we literally just had this conversation. This isn't fair to me, please don't." His facial features soften completely at my tone and he looks at me genuinely. "I would never." With that he kisses me and my stomach explodes in butterflies, turning over. He moves his hands from the hood of his car to the side of my waist. "That wasn't fake, Tejasswi", his eyes intent on mine against the dark drizzling sky. I can't stop looking at him. She's a soloist who doesn't like help. Especially with a huge mission like this. Will the mission fall through? Or would she need a partner more than ever?

More details
WpActionLinkContent Guidelines