Photograph

Photograph

  • WpView
    reads 123
  • WpVote
    Stemmen 10
  • WpPart
    Delen 4
WpMetadataReadLopende
WpMetadataNoticeLaatst gepubliceerd maa, feb. 8, 2016
WpInfo
Fictie
Romantiek
Mencintai itu menyakitkan, tapi itulah satu satunya yang kutahu saat keadaan terasa sulit dan inilah yang membuat kita merasa hidup. Kita simpan kenangan ini untuk kita sendiri, dimana mata kita tak pernah terpejam dan hati kita tak pernah patah. Aku selalu mengingatnya, walaupun waktu berjalan dengan cepat tanpamu. Aku yakin, aku tak pernah sendiri. Aku akan tetap menunggumu. Simpan lah dalam dalam jiwamu untukku. Sampai cinta lain merenggutku dalam pelukannya.
Alle rechten voorbehouden
Word lid van de grootste verhalengemeenschapOntvang persoonlijke verhaal aanbevelingen, sla je favorieten op in je bibliotheek en geef commentaar en stem om je gemeenschap te laten groeien.
Illustration

Je bent misschien ook geïnteresseerd in

  • Rindu Dalam Diam
  • TEMAN
  • Letter From Chacha (The End)
  • I'm Waiting For You
  • Dia
  • (END) HAL-HAL MANIS YANG TAK PERLU KITA ULANGI
  • Sepenggal Cerita Tentang Kamu (END)
  • Sekali Lagi (End)

Ada rindu yang tak pernah benar-benar hilang, meski waktu telah menjelma menjadi tahun-tahun yang panjang. Tentang cinta yang tak pernah sempat diucapkan, tentang harapan yang tumbuh di tengah keheningan, dan tentang perpisahan yang tak pernah benar-benar menjadi akhir. Waktu berjalan. Kami tumbuh. Hidup membawa kami ke arah yang berbeda. Tapi rasa itu... entah kenapa, masih tinggal di sini. Diam-diam. Rapi. Menyakitkan Tapi juga hangat. Aku tidak menunggunya. Aku tidak berharap banyak. Tapi setiap kali mengingat masa lalu, selalu ada satu nama yang muncul lebih dulu. Dan mungkin, inilah caraku mencintai: diam-diam, dari jauh, tanpa mengganggu jalannya hidup siapa pun.

Meer details
WpActionLinkInhoudsrichtlijnen