Surreptitious past

Surreptitious past

  • WpView
    Reads 113
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadComplete Wed, Sep 15, 2021
Berawal dari pesan terror yang didapatkan Sabrina pagi itu. Awalnya ia tidak terlalu memperdulikannya, mungkin saja pesan iseng dari sang haters yang iri padanya. Seiring waktunya berjalan, notif pesan itu terus menerus masuk keponselnya sehingga membuat kehidupannya sangat terganggu. Di lain sisi. Lea, selaku adiknya sabrina merupakan seorang gadis introvert yang tergila - gila terhadap nilai. Ia tidak masalah jika memiliki banyak musuh dan sering dibully disekolah, asalkan posisinya yang selalu mendapatkan peringkat pertama tidak pernah tergantikan oleh siapapun.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BAD GAMES
  • PSYCO GIRL /Psychopat Trap (TELAH TERBIT)
  • Accidental' (END)
  • Kutukan Tumbal
  • Vìřģøųñđ || End✔
  • SACRIFIER | ONGOING and REVISION
  • Secret Evil
  • The Key: My Little Drug [S1]
  • i'm Pick Me Girl
BAD GAMES

[PART MASIH LENGKAP] [FOLLOW SEBELUM MEMBACA] Rencana Valletta untuk hidup damai di sekolah barunya hancur berantakan. Semua bermula ketika Valletta melayangkan tinjunya pada cowok paling dipuja dan berkuasa di SMA Adidarma. Tidak cukup hanya dengan permintaan maaf, cowok most wanted bernama Arran itu malah menyeret Valletta ke dalam hidupnya. Tanpa tahu malu, Arran mengklaim Valletta sebagai miliknya, membuat Valletta terus terikat, dan menjadikannya objek permainan. Semakin Valletta masuk ke dalam hidup Arran, ia tahu ia akan terluka jika hatinya ikut bermain di sana. Namun, semakin dalam ia masuk dan mencoba bertahan, ia juga akan menemukan sebuah jawaban teka-teki yang selama ini terus ia resahkan. Teka-teki yang akan membawa Valletta pada jawaban mengenai seseorang yang telah meninggalkannya. Rank; #1 in Fiksi Remaja (19-10-2020) Bad Games. ©Fuby Filian | 11 Januari 2018

More details
WpActionLinkContent Guidelines