Story cover for Farewell by KeziaHanara
Farewell
  • WpView
    Membaca 27
  • WpVote
    Vote 8
  • WpPart
    Bab 1
  • WpView
    Membaca 27
  • WpVote
    Vote 8
  • WpPart
    Bab 1
Bersambung, Awal publikasi Feb 03, 2016
Friend Town, kota tempat tinggalku yang menarik dan menyenangkan. Tempatku dan sahabat-sahabatku sekolah dan menghabiskan waktu bersama. Banyak tempat nongkrong yang oke punya di kota ini.

Suatu hari, mama menerima kabar mendadak kalau nenek yang tinggal di luar kota sakit parah. Nenek harus di rawat di rumah sakit, sampai beliau membaik dan harus di rawat di rumahnya. Karena itu, kami sekeluarga harus segera pindah ke kota tempat nenek tinggal untum membantu kakek merawat nenek. Itu berarti, aku harus berpisah dengan sahabat-sahabatku.

Di tengah dilemaku, aku justru mendapat dukungan dan masukan dari sahabat baruku. Aku semakin tidak ingin pindah, tapi setelah semua yang ku alami beberapa hari kemudian, aku memutuskan untuk segera pindah. Apa yang membuat keputusanku berubah?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang

1 bab

Daftar untuk menambahkan Farewell ke perpustakaan kamu dan menerima pembaruan
atau
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
It's Always Been You✔️  oleh WinterAurora00
44 bab Lengkap
Winter, gadis skater serba bisa dari Thunder Clan, merasa seperti terjebak dalam mimpi buruk ketika papanya tiba-tiba meminta, atau lebih tepatnya memaksanya untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah keluarga teman orang tuanya. "Kalau adek nggak mau, papa bakal bakar semua deck yang rapi tertata di kamar adek sampai jadi abu." Ancaman itu langsung menusuk hati Winter. Deck-deck itu bukan sekadar papan luncur. Mereka adalah bagian dari dirinya, saksi setiap kompetisi dan penopang semangatnya. Mana mungkin ia membiarkannya jadi korban amukan sang papa? Dengan terpaksa, ia pun menyanggupi pekerjaan itu meski artinya harus membagi waktu antara kuliah di Universitas Kwangya dan mengurus rumah keluarga majikannya. Merawat empat anak di rumah itu sebenarnya bukan tantangan besar untuk Winter. Ia bisa dengan mudah mengatasi kelakuan si kembar usil, Jisung dan Ningning yang berusia tujuh belas tahun, juga kepolosan Sakuya yang berusia sebelas tahun dan si kecil Ian yang baru enam tahun. Semua terasa terkendali kecuali satu hal: Jaemin, si sulung yang tampaknya menjadikan Winter sebagai target utama untuk mencari-cari kesalahan. "Bener kamu jago masak? Yakin nggak bakal mati kalau makan masakan kamu?" "Otaknya pinter atau nggak sih? Sayang banget masa muda kebuang percuma. Kamu nggak minat nyambung kuliah?" "Baru pagi-pagi aja udah ngilang. Kamu ke mana emang?" Sumpah, kalau saja Jaemin bukan anak majikannya, Winter sudah lama melibas pria itu dengan deck kesayangannya. Menyebalkan bukan main. Namun, di balik semua adu mulut dan tatapan sinis itu, ada sesuatu yang samar. Perasaan yang pelan-pelan menyusup, tapi tak mungkin mereka akui. Di tengah kesibukan menjadi mahasiswa sekaligus satu-satunya gadis di Thunder Clan, mampukah Winter bertahan menghadapi kelakuan Jaemin yang seakan bisa meruntuhkan dunia? Dan apa yang akan terjadi ketika Jisung, Ningning, Sakuya dan Ian mulai menganggap Winter sebagai kakak mereka sendiri?
HOW THE YEAR ENDS oleh issuedisse
7 bab Bersambung
‼️LOKAL FAN FICTION‼️ ㅡ [antara tanah sunda universe; phase 1] - on revision "Gimana kalau waktu itu si El enggak inisiatif bantuin lu sikat toilet gara-gara atribut gak lengkap, ya?" "Ya tetep temenan sih." "Kenapa?" "Sesuatu dipertemukan Tuhan buat jadi sebuah cerita, Ren!" "Alahh pujanggaaa!" "HAHAHAHAHAH!!!" Jiwa mereka bebas, impian mereka sangatlah luas. Rasa takut? Mereka hampir tidak memilikinya. Bertemu karena sebuah kesalahan di masa MPLS tingkat SMA, empat sekawan ini menapakkan langkahnya seiringan di atas tanah pasundan dengan mengangkut harapan sebesar gunung Tangkuban Perahu. Akan menghabiskan tiga tahun sisa masa remajanya di SMA Pramudikta, keempat lelaki ini ternyata mulai terkekang, mulai terjatuh dan saling terjauh, serta mulai memiliki rasa takut yang sangat banyak ketika angka dua belas bet seragam di jahit dengan rapi. Akankah mereka kembali menjadi para pemimpi bebas? Akankah mereka bangkit dan kembali saling merakit? Akankah rasa takut mereka hilang tanpa menciptakan bekas? ㅡ Genre: Slice of Life, Comedy, Drama, School life, Friendship, Family, Semi-politic, Coming of Age Written by: @issuedisse Starring: Hyunjin, Renjun, Hayoonbin (VIIN), Chenle p.s: latar dan nama lokal, ceritanya agak uncomfortable but comfortable at the same time (buat beberapa part) everything that happened inside this story are 100% fiction, 100% not related to RL eventhought some places are exist in RL but once again it doesn't related to the real world yaaa dear🫶🏻
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 10
It's Always Been You✔️  cover
Broken melodies cover
Halo, Aku Sena. cover
HOW THE YEAR ENDS cover
Dua Orang Asing di Malam Hari cover
Childhood Friend || HAECHAN NCT✔ cover
Puing Kenangan cover
Kutinggalkan dia karena Dia cover
Pertemuan Terakhir cover
At a Glance (NOREN) cover

It's Always Been You✔️

44 bab Lengkap

Winter, gadis skater serba bisa dari Thunder Clan, merasa seperti terjebak dalam mimpi buruk ketika papanya tiba-tiba meminta, atau lebih tepatnya memaksanya untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah keluarga teman orang tuanya. "Kalau adek nggak mau, papa bakal bakar semua deck yang rapi tertata di kamar adek sampai jadi abu." Ancaman itu langsung menusuk hati Winter. Deck-deck itu bukan sekadar papan luncur. Mereka adalah bagian dari dirinya, saksi setiap kompetisi dan penopang semangatnya. Mana mungkin ia membiarkannya jadi korban amukan sang papa? Dengan terpaksa, ia pun menyanggupi pekerjaan itu meski artinya harus membagi waktu antara kuliah di Universitas Kwangya dan mengurus rumah keluarga majikannya. Merawat empat anak di rumah itu sebenarnya bukan tantangan besar untuk Winter. Ia bisa dengan mudah mengatasi kelakuan si kembar usil, Jisung dan Ningning yang berusia tujuh belas tahun, juga kepolosan Sakuya yang berusia sebelas tahun dan si kecil Ian yang baru enam tahun. Semua terasa terkendali kecuali satu hal: Jaemin, si sulung yang tampaknya menjadikan Winter sebagai target utama untuk mencari-cari kesalahan. "Bener kamu jago masak? Yakin nggak bakal mati kalau makan masakan kamu?" "Otaknya pinter atau nggak sih? Sayang banget masa muda kebuang percuma. Kamu nggak minat nyambung kuliah?" "Baru pagi-pagi aja udah ngilang. Kamu ke mana emang?" Sumpah, kalau saja Jaemin bukan anak majikannya, Winter sudah lama melibas pria itu dengan deck kesayangannya. Menyebalkan bukan main. Namun, di balik semua adu mulut dan tatapan sinis itu, ada sesuatu yang samar. Perasaan yang pelan-pelan menyusup, tapi tak mungkin mereka akui. Di tengah kesibukan menjadi mahasiswa sekaligus satu-satunya gadis di Thunder Clan, mampukah Winter bertahan menghadapi kelakuan Jaemin yang seakan bisa meruntuhkan dunia? Dan apa yang akan terjadi ketika Jisung, Ningning, Sakuya dan Ian mulai menganggap Winter sebagai kakak mereka sendiri?