Story cover for Goodbye by endahwahyulestari
Goodbye
  • WpView
    Reads 51,213
  • WpVote
    Votes 2,649
  • WpPart
    Parts 5
  • WpView
    Reads 51,213
  • WpVote
    Votes 2,649
  • WpPart
    Parts 5
Complete, First published Feb 04, 2016
Jakarta, 2000
  
  "Huaaa..... Mama kak Lia jahat" teriak Stefi sambil menangis.
  
  "Yaampun Stefi, tangan kamu kenapa berdarah sayang?" tanya Linda ke anak bungsunya.
  
  "Kak Lia hiks..... tadi dorong aku hiks..... dari belakang hiks....." adu Stefi ke Linda.
  
  "Lia, kenapa kamu dorong Stefi? Apa kamu sengaja pengen adek kamu sakit?" tanya Linda sambil menarik telinga Lia.
  
  "Ampun ma,,,,,,, kakak gak sengaja ma,,, aduh sakit ma,,," ujar Lia ke mamanya.
  
  "Alah jangan banyak alasan kamu, sana masuk ke kamar kamu" Linda mendorong Lia dan masuk ke dalam rumah sambil menggendong Stefi. 
  
  Lia hanya meneteskan air matanya, dia iri melihat adeknya yang mendapat perhatian lebih dari kedua orang tuanya. Dari dulu Stefi selalu dimanjakan orang tuanya, padahal mereka hanya beda setahun.
All Rights Reserved
Sign up to add Goodbye to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
I L A L A N G ✔ (Tamat) by Nabers23
38 parts Complete
Satu Minggu sudah Reza tak nampak di sekolah . Setelah kejadian kemarin penyakit nya kambuh. "Kok Reza gak masuk2 ya? " tanya Nabila pada Ridwan ( kebetulan Reza dan Ridwan adalah sepupu) "Dia masih sakit karena kemarin itu " jawab ridwan " Oh ,memang separah itu ya?" tanya nya lagi " Entah bil ,gue juga kurang tau" jelas ridwan lagi nabila menggangguk " besok hari minggu kita ke rumah Reza yuk?" ajak nabila kepada teman2 nya " Oke, kumpul di rumah Gue ya " respon Arif karena memang rumah nya tidak jauh dari rumah Reza "Siap " jawab mereka kompak Bel pulang sekolah berbunyi murid2 berhamburan keluar karena mereka sudah di jemput orang tua masing2 "Eh ,gue tunggu di rumah ya ,bye" teriak Arif sembari bergegas keluar kelas "Siap bos" jawab yg lain nya kompak "Bil,gue pulang dulu ya ,dadah "kata murid 1 sambil melambaikan tangan nya di ikuti teman2 yg lain "Dadah " jawab nabila Iya, Nabila memang lebih memilih pulang terakhir karena yang pasti sekolah pun sudah sepi ,jadi tidak perlu berdesak2an Sekitar 15 menit,Nabila sudah sampai di rumah nya "Assalamualaikum" salam Nabila tidak ada jawaban karena memang rumah sepi saat siang hari . Nabila masuk rumah dan segera mengganti pakaian nya .bergegas pergi ke warung nenek nya di depan gang. Malam pun datang Nabila yg tengah duduk di teras rumah nya dengan beberapa buku bacaan ,tentu,karena nabila gemar membaca Tak lama Rizki datang "Lagi apa bil??" Sapa Rizki "Bisa kali salam dulu"jawab nabila ketus "Iya iya ,assalamualaikum nabila cantik,lagi apa?"goda rizki dengan sedikit tertawa "Rizki apaapaan si lo,waalaikumussalam,lagi baca2 aja,lo mau apa kesini ??tumben"kata nabila heran "Besok ke rumah arif gue ikut ya?sekalian mau jenguk Reza,please bil?rengek rizki "Iya iya ,besok jam 9:30 lo udah harus stand by di rumah gue"perjelas nabila "Oke tuan putri,besok gue tepat waktu kok,gue pulang dulu,assalamualaikum "kata rizki pergi meninggalkan nabila "Dasar aneh lu ki,waalaikumussalam"jawab nabila sembari memasuki rumah nya
You may also like
Slide 1 of 9
Look at Me, MAMA! ✔ cover
ARGA  cover
ARSEN GANENDRA cover
Sehari Untuk Selamanya cover
Sejenak Luka cover
ALTAN  cover
ELDRA  cover
Farabie cover
I L A L A N G ✔ (Tamat) cover

Look at Me, MAMA! ✔

33 parts Complete

"Mama, lihat! Lukaku semakin parah." "Mama, aku ingin sembuh." "Mama, aku kedinginan. Aku ingin dipeluk mama." "Mama, jangan pukul aku lagi. Badanku sakit semua" "Mama, aku menyayangimu." ~~~ Fella, Seorang gadis berusia 17 tahun, tak pernah sekalipun merasakan kasih sayang dari sang ibu sejak dia lahir. dia berusaha untuk mendapatkan kasih sayang dari ibunya, bukannya kasih sayang yang dia dapat namun malah mendapat Tamparan, caci maki, umpatan, dari sang ibu. Kekerasan Fisik juga dia alami, hati yang teriris juga badan yang remuk redam tak membuat semangatnya patah. Tak sampai disitu, dia kembali diuji dengan penyakit yang diderita olehnya. Dia terima itu semua. Cacian dan siksaan dari sang ibu terasa menjadi kesakitan yang sempurna dengan adanya penyakit ini. Berjuang dengan sekeras tenaga untuk mendapat satu pelukan dari sang ibu. Berusaha melawan sakit yang menerpa tubuh juga hatinya untuk mendapat satu kalimat sayang dari sang ibu. Berusaha bertahan hidup melawan penyakit yang ada untuk orang-orang yang menyayanginya. Dengan bermodalkan keyakinan dia bertahan. Berharap pada sang pencipta untuk memberikan pelangi sesudah badai yang menerpa tiada henti. Akankah Fella mendapatkan apa yang dia inginkan? keinginan yang sederhana namun sangat berarti untuknya. Dalam cerita ini kita akan ikut merasakan perjuangan Fella. Bagaimana kesakitan yang dia rasa. Bagaimana dia mendapatkan kebahagiaannya.