Goodbye
  • WpView
    Reads 51,220
  • WpVote
    Votes 2,649
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadComplete Sat, Apr 2, 2016
Jakarta, 2000 "Huaaa..... Mama kak Lia jahat" teriak Stefi sambil menangis. "Yaampun Stefi, tangan kamu kenapa berdarah sayang?" tanya Linda ke anak bungsunya. "Kak Lia hiks..... tadi dorong aku hiks..... dari belakang hiks....." adu Stefi ke Linda. "Lia, kenapa kamu dorong Stefi? Apa kamu sengaja pengen adek kamu sakit?" tanya Linda sambil menarik telinga Lia. "Ampun ma,,,,,,, kakak gak sengaja ma,,, aduh sakit ma,,," ujar Lia ke mamanya. "Alah jangan banyak alasan kamu, sana masuk ke kamar kamu" Linda mendorong Lia dan masuk ke dalam rumah sambil menggendong Stefi. Lia hanya meneteskan air matanya, dia iri melihat adeknya yang mendapat perhatian lebih dari kedua orang tuanya. Dari dulu Stefi selalu dimanjakan orang tuanya, padahal mereka hanya beda setahun.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sehari Untuk Selamanya
  • I L A L A N G ✔ (Tamat)
  • Look at Me, MAMA! ✔
  • Satria Dirgantara [Complete]
  • just family? -End-
  • PROBLEM || KIM SUNOO (REVISI)
  • ARSEN GANENDRA
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • 뭐라고요

"pokoknya nji mau nya mama yang suapin" _kenzie "Kamu apa-apaan sih Kenzie? Udah gede gitu emang nggak malu?" _Riana "Tapi mama kan udah janji seharian bakal turutin permintaan nji?" _kenzie "Iya tapi hari ini kamu tuh aneh. Manja banget. Mama juga butuh istirahat buat besok, nah ini kamu dari pagi banyak banget mau nya. Minta di potongin kuku lah, di temenin tidur siang lah. nah sekarang apalagi? Minta di suapin? Ayolah Kenzie.. kamu udah 15 tahun." _Riana "16 ma.. 2 bulan lalu." _Kenzie Satu fakta lagi bahwa ibunya memang melupakan hari kelahirannya. "Nji janji ini terakhir kalinya.. eh enggak deh. Besok nji minta papa mandiin nji dulu" _kenzie Riana tak pernah berfikir bahwa itu adalah obrolan terakhirnya dengan Kenzie, anak sulungnya yang selama ini mengemis kasih sayang dan terabaikan olehnya. "Tapi mama tau nggak kalau malaikat mencabut nyawa nggak harus orang yang sakit aja ma.. kadang tuhan manggil orang yang...." "Diam Kenzie. Kamu lagi makan nggak boleh sambil bicara" potong Riana, hatinya tiba-tiba perih mendengar ocehan putranya. "Kamu tau kalau Khanza lebih butuh perhatian Kenzie" _batin Riana..

More details
WpActionLinkContent Guidelines