Countdown Theory

Countdown Theory

  • WpView
    Reads 158
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 22, 2025
Apakah kalian percaya tentang fantasi ?. Dimana semua hal itu hanyalah dunia fiktif yang dibangun dari imajinasi. Dunia fiktif dimana terdapat karakter yang mempunyai sesuatu yang ajaib dan tak bisa diterima oleh akal. Mereka bisa saja berupa makhluk yang mempunyai bentuk aneh dan kemampuan yang aneh pula. Dan anehnya, mereka benar-benar berasal dari pikiran makhluk yang dijuluki homo sapiens. Kei dijuluki manusia sempurna oleh kawan-kawannya karena otak cerdas dan wajah tampannya. Namun kehidupan Kei mulai berubah karena ia menemukan "The Countdown", sebuah jam digital yang bisa mengulang waktu yang sudah terlampaui. THIS STORY IS THE PART OF #INDONESIAMEMBACA
All Rights Reserved
#428
fairy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bound to Him
  • Defiant [END]
  • My Perfect Model ( Republish )
  • Trasmigrazione Gemellare Antagonista.
  • FRAGMENTS OF HEART - GINJAY ☆
  • Hello, Mr. Mafia!
  • (END) SETTING THE PATH OF LIFE - 🔞BL, ABO (JOONGDUNK)
  • Shadow in the Lab
  • SHEA SANG FIGURAN
  • Fraktal Rahasia

Arstella terbangun di tubuh seorang pelayan di dunia asing yang penuh aturan dan kasta yang tak ia pahami. Setelah dipecat karena kebodohan yang tak disengaja, ia menemukan secarik poster. Kerajaan Eldoria tengah mencari pelayan untuk dua pangeran. Pangeran Leo, sang pewaris berambut emas yang dicintai rakyat, dan Pangeran Theodore, sang anak berambut hitam yang dibenci istana karena dianggap membawa kutukan. Tanpa pilihan, Arstella melamar pekerjaan itu dan tanpa sadar melangkah ke dalam istana yang tak hanya penuh kemegahan, tapi juga rahasia kelam. "Dewa aku hanya ingin hidup tenang... aku hanya ingin bekerja," bisik Arstella lirih, seolah sedang memohon pada langit yang bahkan tak menjawab. Namun, jawabannya datang dari bayangan. Suara Theodore terdengar rendah dan berbahaya. "Sayangnya, kau bekerja pada iblis, Stella." Ia melangkah mendekat, matanya gelap tak menyisakan belas kasih. "Dan dewa tak punya kuasa atas sesuatu yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines