We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Moment

Moment

  • WpView
    Reads 83
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadMatureComplete Mon, Feb 8, 2016
WpInfo
Non-Fiction
Kisah ini adalah kisah anak muda yang mencari jati dirinya,dan mungkin kalian akan berkata seakan terjadi pada masing-masing jiwa. Terik matahari menyengat di tengah-tengah ubun- ubun.Hidup di kampung halaman orang,seorang diri dalam perjuangan hidup,dan tanpa satu weeken pun terlewatkan. Suatu hari di sebuah perkebunan kelapa sawit,disitulah seorang anak muda yang bernama Rian memulai satu moment yang tidak akan pernah terlupa sampai raga menyatu dengan tanah. Pahit,manis,asam yang telah dilaluinya Bersama sahabat tercintanya. "Rian malam ini kita kemana?'tanya Iqbal Farida. "Kita nonton aja gimana?'sahut Andy. "Udah ketempat ku aja,sambil latihan dangdutan depan rumah."kata Udin "Halaah,paling nyanyi kerinduan,itu-itu aja,jawab Anam. "Iya mendingan kita ketempat mas Udin aja,sambil dangdutan,sekalian apel tempat Rahma.kata Rian "Emang kamu berani sama dia?"kata Andy. Terbelalak mata Anam melihat Rian "Awas ada abang galak,digampar dikit hilang kamu dari predaran.kata Andy
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bunuh Saja Aku Tuhan
  • ALRIN
  • Three Targeted Girls!!
  • SYAKIRA how are you?
  • Gus Raffi ( Mengungkap Tabir Mimpi 101 Butir Tasbih)
  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (END)
  • Kau Akan Temukanku Digaris terdepan
  • KIARA [END]
  • Ayesha Transmigration

"Bunuh Saja Aku, Tuhan" Karya Kelvin A. Purnomo Bunuh Saja Aku, Tuhan bukan tentang kematian fisik. Ini adalah jeritan batin dari seseorang yang merasa hidupnya telah kehilangan makna, bukan karena ingin menyerah, tapi karena ia ingin mengakhiri bagian dari dirinya yang kalah, bagian yang takut, malu, atau merasa tak layak hidup. Ini adalah permintaan simbolik: "Bunuh bagian dari aku yang lemah, agar aku bisa membangun kembali versi diriku yang lebih jujur, lebih berani." Dalam cerita ini, Arka tidak sedang mencari jalan pintas. Ia justru sedang mencari cara untuk tetap hidup, meski dengan segala luka, kehilangan, dan kesalahan yang pernah ia buat. Dan saat ia hampir menyerah, yang ia minta dari Tuhan bukan akhir dari napas, tetapi kemampuan untuk memulai ulang. "Bunuh Saja Aku, Tuhan" bukan kisah tentang kematian, tapi tentang bertahan. Tentang keinginan untuk hidup meski tak selalu sanggup. Tentang seorang anak muda yang berusaha mengerti dunia, juga mengerti Tuhan yang kadang terasa terlalu diam.

More details
WpActionLinkContent Guidelines