Love Mr Arogant

Love Mr Arogant

  • WpView
    Reads 2,717
  • WpVote
    Votes 182
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureComplete Sun, Nov 27, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Tatapanku menerawang menatap langit-langit kamar yang mewah dan luas ini, sebentar ku alihkan pandanganku pada gaun putih yang membalut tubuh mungilku. Tanganku bergerak berlahan meremas sudut gaunku dengan perasaan getir. Rasanya takpercaya, hari ini. Hari ini aku telah melakukan upacara pernikahan itu. Pernikahan yang sama sekali tidak di inginkan. Dia yang selalu memandang rendah dan dingin padaku. Sekarang dia, suamiku. Karena insiden itu membuat kami terbelenggu dalam ikatan tanpa cinta! ~Love Mr Aroggant~
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pieces of Light
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • Dependency ✓ [Sudah Terbit]
  • ZiAron [END]
  • Salah Target [Unpublish]
  • BUN𝖦A PRIBUΜI |ᴅɪғғᴇʀᴇɴᴛ ʙʟᴏᴏᴅ| [END]
  • Eliinaa
  • Don't call it love!
  • Untung Sayang
  • Baby of My Enemy [END ]

Di bawah bayang-bayang pohon besar di taman sekolah, waktu seolah melambat. Hembusan angin pagi yang lembut membawa aroma dedaunan basah, sementara suara langkah-langkah kecil para siswa terdengar samar di kejauhan. Di sana, Aveline duduk di ayunan, dikelilingi keheningan yang ia ciptakan sendiri. Rafael melihatnya dari kejauhan. Gadis itu berbeda. Perkenalan singkatnya di kelas hari sebelumnya-begitu sederhana, begitu tanpa upaya mencuri perhatian-justru membuatnya penasaran. Hari ini, dengan bunga di tangannya dan keberanian yang ia kumpulkan semalaman, Rafael melangkah mendekat. "Kamu mau nggak jadi teman baik aku?" tanyanya, suaranya bergetar sedikit. Aveline menatapnya, lalu menaikkan alis dengan ekspresi yang sulit diterjemahkan. Rafael menggaruk kepalanya, lalu buru-buru menambahkan, "Mmm... atau kalau nggak, karena kamu pintar, boleh nggak ajarin aku pelajaran yang aku nggak bisa?" Setelah jeda singkat, Aveline akhirnya mengangguk kecil. Dalam momen itu, tanpa banyak kata, hubungan mereka pun dimulai-perlahan tapi pasti, seperti cahaya pagi yang menembus dedaunan, membawa kehangatan pada hari yang baru. "Pieces of Light" adalah kisah tentang pertemuan sederhana yang mengubah segalanya, tentang dua jiwa yang saling menemukan arti keberanian, cinta, dan harapan di tengah perjalanan hidup. ------------------ If u don't like it just skip it thanks!!! upload setiap Senin dan Jumat ✨

More details
WpActionLinkContent Guidelines