Story cover for Suara-suara Malam by imaachmad17
Suara-suara Malam
  • WpView
    LECTURAS 80
  • WpVote
    Votos 7
  • WpPart
    Partes 1
  • WpView
    LECTURAS 80
  • WpVote
    Votos 7
  • WpPart
    Partes 1
Concluida, Has publicado feb 05, 2016
Pernahkah kalian mendengar suara-suara yang berasal dari tempat-tempat aneh, atau yang bahkan sudah tidak pernah disentuh manusia lagi?
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Suara-suara Malam a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
CENAYANG cover
UNIT KOSONG cover
SISI LAIN cover
Hah!Dukun? cover
(TAMAT)(18+) KEMBANG DESA cover
PALASIK MAYIK (PALASIK MAYAT) cover
Cinta misteri season 1 Happy ending  cover
KKN ; Brenggolo | Seventeen cover
INDIGO BOY'S (END) cover
mine, amora  cover

CENAYANG

32 partes Continúa

Di bawah gemerlap gedung pencakar langit Shanghai, hantu-hantu modern tidak lagi bersembunyi di sumur tua, mereka bersembunyi di dalam lift, kabel fiber optik, hingga di balik jam tangan mewah. Qiu Dingjie hanya ingin hidup tenang sebagai penjaga toko barang antik milik Li Peien yang eksentrik. Namun, tubuhnya adalah "magnet" bagi roh-sebuah wadah murni yang membuat para hantu rela mengantre demi bisa curhat atau sekadar menumpang lewat. Hidup Dingjie yang berantakan menjadi makin kacau saat Eliot Huang, CEO arogan dengan aura panas yang mampu membakar hantu, datang membawa sebuah kutukan keluarga yang mematikan. Eliot butuh Dingjie untuk bicara dengan leluhurnya, dan Dingjie butuh aura Eliot agar hantu-hantu berhenti menjadikannya bantal guling. Satu kontrak kerja sama terjalin: Eliot menjadi "pelindung fisik" Dingjie, dan Dingjie menjadi "mata" bagi Eliot. Namun, saat rahasia masa kecil yang terkubur mulai terungkap bersama bantuan detektif Jiang Ocean, mereka menyadari bahwa hantu paling menyeramkan bukanlah mereka yang sudah mati, melainkan rahasia yang masih hidup. "Berhenti menyentuhku, Tuan Huang! Aku hanya butuh energimu, bukan lamaranmu!" "Diamlah, Dingjie. Roh di belakangmu bilang kau suka kalau aku menggenggam tanganmu seperti ini."