She Stupid And He Smart

She Stupid And He Smart

  • WpView
    Reads 37
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 6, 2016
"Gue emang bego! Tapi lo gak berhak buat ngehina gue kaya gitu! Gue masih punya hati! Kalo lo gak mau ngajarin gue, ya udah gue juga gak maksa, dari awal emang gue gak mau buat di ajarin sama cowo sedingin es kaya lo! Gue bakal pergi dari kehidupan lo selamanya! Dan lo jangan khawatir, gue gak akan pernah kembali lagi ke kehidupan lo. Gue cabut. Bye." Kalimat itu terlontar begitu saja dari mulut gadis itu. Sebelum sempat benar benar pergi, gadis itu membisikkan sesuatu pada seseorang yang ada dihadapannya. "Satu hal yang harus lo tau, gue sayang dan cinta sama lo. Tolong biarin perasaan ini tumbuh tanpa ada hal yang ngehalangin. Suatu saat, kalo hati gue udah capek buat terus terusan cinta sama lo, cinta gue ke elo sendiri yang bakal pergi dari hati gue" ucapnya merendah, kalimat itu diakhiri dengan satu kecupan yang mendarat di pipi orang itu. Kemudian gadis itu pergi meninggalkan seseorang yang tadi menjadi lawan bicaranya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tokoh Utama
  • GENTAWA✓
  • Maginot Line (Complete)
  • ( EXO FF KAI BAEK ) I Love You, But...
  • Kamar Kosong 13 S2 [End] ✓
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • Forever Alone (Sudah Terbit)
  • DUNIA FLORA
  • Noisy, Fiony. [END]

" Lo ngga lagi berubah ke alter ego Lo yang lain kan ?" Tanya Icha memastikan karena jawaban dari raksa tidak sesuai dengan apa yang ia inginkan. Yang ditanya malah senyum senyum sendiri. "Kumat kan Lo malah kerasukan sekarang, senyum" ngga jelas lagi" "Takut ya lo kalo gue kerasukan bneran?" "Ish seriusan raksa gue nanya beneran" " Lo mau gue jawab seserius apa Cha karena itu emng jawaban gue" "Terus apa hubungannya posisi sama penyakit?" "Ada, klo gue ngasih tau ke bokap tentang penyakit gue ini sama aja kaya gue yang ngambil peran tokoh utama dari Abang gue sendiri" " Abang? Bang reja maksud lo?" "Apaan si sa jawaban Lo ambigu bgt bang reja ga mungkin kali sejahat itu sama Lo nganggep lo rebut kasih sayang bokap Lo" "Iya gue tau bang reja ngga cuman ngga sejahat itu tapi dia juga sayang bgt sama gue, kalo Lo jadi gue emng Lo tega biarin diri Lo sendiri rebut tokoh utama yang seharusnya bukan milik Lo?" " Tokoh utama apaan lagi si sa, kita ini di dunia nyata jadi ya tokoh utama nya ya cuman diri Lo sendiri, gue saranin mending Lo buruan bilang ke bokap Lo tentang penyakit lo itu" Raksa tertegun mendengar perkataan Icha itu " Lo malu yah punya calon pacar penyakitan mental kaya gue?" "Apaan si emng gue mau jadi pacar lo " Jawab Icha sepelan mungkin. " Kalo mungkin Lo nantinya jadi pacar gue sa, gue ga bakalan malu punya pacar seorang raksa yang menurut Lo, Lo adalah manusia penyakit mental karena itu ngga jadi masalah buat gue tapi masalahnya apa iya gue pantes, bersanding sama Lo yang terlalu sempurna buat gue, dan lagipula gue masih ada rasa buat Abang lo sa"batin Icha Tanpa mereka sadari setelah percakapan mereka berhenti disana mereka saling bergumam dalam hati, sambil menikmati sejuknya terpaan angin sore di tepi ladang sawah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines