My Husband A Doctor

My Husband A Doctor

  • WpView
    Reads 124,843
  • WpVote
    Votes 2,905
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 19, 2020
Mempunyai seorang suami yang berprofesi yang sama dengan kita, mungkin itu sangat menarik. Asalkan memiliki sifat yang wanita idamkan selama ini. Bukan seperti dia yang memiliki sifat yang menyebalkan, dingin, cuek, Kepedean... Haaahh entahlah. Namanya sih keren "PRAMUDYA ANGGARA RIVALDI" tapi sikapnya.... Ampun deh. Gue "KEIRALYA PUTRI ANINDITA PRAMANA" profesi seorang calon dokter. Yang memiliki sejuta impian tentang calon suami yang diidamkan. Miris nya... Dia mendapatkan calon seperti "dia".
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Saujana Sandyakala ~ Completed
  • Perfect Love (Angkasa Kehidupan_Completed✔)
  • Meraih Cinta Suamiku
  • Lima Tahun Tanpa Kata
  • Dosen, Selalu Benar [TAMAT] BELUM REVISI
  • Two Hearts, One Mission
  • Dinikahin Om Duren : Duda keren
  • VERMISSE (Harqeel) On Going
  • RAFFLESIA {Reffisi}
  • LOVERA

"Kecil, cengeng, ribet, berisik, penakut lagi,"ucap seorang pria mendengus sebal. Kira-kira begitulah komentar Prawira tentang istrinya. Bukan tentang romansa untuk menggoda. Sayangnya dia mengatakan dengan logika. Begitu risihnya pria itu dengan istrinya. -&- Nilam, gadis muda yang memilih menikah dengan pria dengan perbedaan usia 16 tahun. Banyak orang yang mengatakan dirinya hanya mengejar harta jika adanya perbedaan sejauh itu. Sayangnya pria yang dia nikahi adalah pria sederhana, temperamen dan dingin. Padahal di saat yang sama dia bisa mengubah status kehidupannya begitu bahagia dengan pria seusianya dengan karakter sabar dan lemah lembut. Apalagi secara finansial, jauh lebih baik dari pilihannya. Wira, suami yang dipilih Nilam sama sekali tidak mengandung kelebihan selain cerdas. Pria itu juga tidak romantis apalagi mengerti dengan pola pikirnya. Tapi apa yang dia katakan bukannya pemanis. Karakternya memang temperamen. -&- "Nilam. Pernikahan itu hanya sekali. Dengan menikah kamu menyerahkan seluruh kehidupanmu pada suamimu, sayang. Pria temperamen itu tidak pantas denganmu. Kenapa kamu mencari neraka saat dihadapkan dengan surga?"tanya Ibunya mengusap pelan kepalanya. "Mungkin Nilam terlihat bodoh, Bu. Tapi kalau semuanya berpikir demikian, siapa yang akan bersama dengannya? Nilam ingin menjadi kedamaian baginya saat amarahnya memuncak,"ucap gadis itu tersenyum lebar. -&- "Coba jawab aku, bagaimana aku bisa lupa? Setiap aku melihat diri ku di cermin, aku selalu menatap kedua matanya? Bahkan jika aku mengenal perempuan lain, aku pun melihat dengan kedua matanya. Aku ikhlas. Tapi aku tidak mau durhaka pada istriku karena masih memiliki perempuan lain dalam benakku. Jangan buat aku semakin tenggelam dalam kesalahan, Pram. Jangan kamu pikir aku tidak berusaha untuk membuangnya. Namun apa yang ku dapat? Semakin aku mencoba, perasaan itu semakin tumbuh, Pram,"ucap Wira frustasi. -&- Salam hangat, Aku yang masih mencintainya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines