Story cover for She's Not Afraid by sunflower_sf17
She's Not Afraid
  • WpView
    LECTURAS 7,418
  • WpVote
    Votos 613
  • WpPart
    Partes 15
  • WpView
    LECTURAS 7,418
  • WpVote
    Votos 613
  • WpPart
    Partes 15
Concluida, Has publicado feb 06, 2016
Jassy berjalan lunglai ke kamarnya. Dia bahkan lupa jalan kembali ke kamar karena kesadarannya belum sepenuhnya pulih.

Pasti si sialan itu sudah merusak kerja otakku.  batinnya. Dia bertemu Harry lagi sebelum kembali ke kamar. Jassy merasa jijik walau hanya meliriknya. Tapi lagi-lagi Harry menariknya.

"Kau mau apa? Bukannya kau meninggalkanku sendirian tadi."

"Tapi aku menunggumu disini." kali ini tatapannya datar.

"Ingin sekali aku katakan aku membencimu."

"Kalau begitu katakanlah."

"I hate you !!" Kemudian Harry mencium bibir Jassy sekilas.

"I love you, good night." lalu Harry pergi, kali ini benar-benar pergi ke kamarnya. Jassy masih terdiam, terpaku. Masih tidak menyangka dengan apa yang terjadi dan di dengarnya.

Apa ini mimpi? Dia sangat berharap itu semua adalah mimpi. Tapi ini jelas, ini nyata. Jassy baru saja berciuman dengan Harry Styles. Dan itu mengganggu pikirannya.
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir She's Not Afraid a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#323onedirection
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
Mr. Styles (Harry Styles x Kendall Jenner) cover
OLIVIA cover
Omegle cover
Home // H.S   cover
Untitled [hs a.u] cover
Zayyan's Different Life ✓ cover
Devon [END]  cover
JEAN cover
Perjuangan ||Zayyan Xodiac|| cover
Happiness [SELESAI] ✔ cover

Mr. Styles (Harry Styles x Kendall Jenner)

27 partes Continúa Contenido adulto

Kendall tidak menginginkan pertemuan ini. Ia telah menghindari banyak hal demi menjaga dirinya tetap waras, demi tidak kembali ke dalam pusaran yang pernah hampir menghancurkannya. Tapi kini, dengan Harry berdiri hanya beberapa langkah darinya-dengan tatapan yang penuh dengan sesuatu yang sulit ia artikan-Kendall tahu, masa lalu yang berusaha ia hindari telah menemukannya lebih dulu. Di antara kesalahpahaman, rahasia yang belum terungkap dan emosi yang belum sepenuhnya padam, keduanya dipaksa menghadapi pertanyaan yang selama ini mereka hindari: Apakah mereka benar-benar telah selesai satu sama lain? Ataukah ini hanya awal dari sesuatu yang tak pernah benar-benar berakhir? Sebuah kisah tentang kehilangan, kesempatan kedua, dan perasaan yang tak pernah benar-benar bisa dilupakan.