Bad Teacher

Bad Teacher

  • WpView
    Reads 80
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureComplete Wed, Feb 10, 2016
Semua orang tau bahwa guru adalah pahlawan yang jasanya di bawa sampai akhir kehidupan, meskipun tanpa adanya tanda jasa seperti yang dikatakan Sartono dilirik lagu Pahlawan Tanpa Tanda Jasa. Dimata anak-anak sosok guru merupakan seorang manusia yang mengetahui segalanya, seorang yang kata-katanya menjadi pijakan dan tentunya tidak sedikit dari perilaku anak-anak yang mencontoh gurunya. Begitu besar peran guru dalam kehidupan anak-anak. Namun yang namanya manusia tidak luput dari kesalahan ada saja guru yang tidak mengikuti peraturan yang ada. di dalam tulisan ini mengisahkan guru yang kurang menjalankan tugasnya
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RIMBA MERUN
  • Pendekar Dari Pajajaran
  • Adelia
  • SENSEI, ASSALAMUALAIKUM DESU!
  • Langkah kecil Shani
  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (Revisi)
  • Renjana
  • Polosnya Sahabat Kami
  • THE UNYIELDING  [END]
  • My So(u)ldier

Di sebuah dusun terpencil, tersembunyi di jantung hutan tropis Lampung, berdiri sebuah sekolah bernama Rimba Merun. Di sanalah Bu Mar, seorang guru tua dari kota menempuh perjalanan puluhan kilometer setiap hari demi sekolah ini tak di tutup. Bersama dua guru lainnya, ia mengajar segelintir anak dusun yang miskin dan sederhana. Murid-muridnya mayoritas berasal dari keluarga tak mampu. Di dusun itu, kebanyakan orang tak berpendidikan, hidup dari buruh kelapa sawit, dan pertanian seadanya. Sekolah dianggap sia-sia. Namun, para guru tak menyerah begitu saja dalam mendobrak lingkaran setan. Lalu datanglah ancaman. Perusahaan konglomerat sawit mengklaim bahwa tanah sekolah dan hutan di sekitarnya, termasuk dusun Rimba Merun, masuk dalam wilayah konsesi mereka. Pabrik itu akan menggusur tanah mereka. Bu Mar dan guru lainnya tidak tinggal diam. Bersama murid dan sebagian warga yang mulai sadar dan berani, mereka membangun perlawanan. Namun perjuangan tidak mudah. Di tengah tekanan ekonomi, masyarakat terpecah dan merasa tak mampu karena yang mereka hadapi adalah koorporasi raksasa, sedangkan mereka, hanya orang miskin yang punya tanah dengan status warisan turun temurun. Ini adalah kisah tentang sekolah kecil di tengah hutan, tentang harapan guru-guru yang tak berhenti percaya menyalakan api pendidikan, tentang anak-anak yang tak berhenti bermimpi, dan potret masyarakat pedalaman yang bertahan hidup ditengah gempuran ekoonomi. Jika sekolah dan dusun itu hilang, bukan hanya bangunannya yang lenyap, tetapi juga seluruh mimpi mereka.

More details
WpActionLinkContent Guidelines