Bad Teacher

Bad Teacher

  • WpView
    Прочтений 80
  • WpVote
    Голосов 5
  • WpPart
    Частей 2
WpMetadataReadДля взрослыхЗавершенная история срд, фев. 10, 2016
Semua orang tau bahwa guru adalah pahlawan yang jasanya di bawa sampai akhir kehidupan, meskipun tanpa adanya tanda jasa seperti yang dikatakan Sartono dilirik lagu Pahlawan Tanpa Tanda Jasa. Dimata anak-anak sosok guru merupakan seorang manusia yang mengetahui segalanya, seorang yang kata-katanya menjadi pijakan dan tentunya tidak sedikit dari perilaku anak-anak yang mencontoh gurunya. Begitu besar peran guru dalam kehidupan anak-anak. Namun yang namanya manusia tidak luput dari kesalahan ada saja guru yang tidak mengikuti peraturan yang ada. di dalam tulisan ini mengisahkan guru yang kurang menjalankan tugasnya
Все права сохранены
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

Вам также может понравиться

  • Aku Yang Selalu Diremehkan
  • JAHE MERAH
  • Mahardika Raja {On Going}
  • Renjana
  • Catatan Awan : Sudut Pandang Absurd tentang sebuah Kehidupan
  • My So(u)ldier
  • Pendekar Dari Pajajaran
  • THE UNYIELDING  [END]
  • Dibawah Naungan Cinta

Angga, seorang remaja pendiam yang gemar menggambar, selalu dianggap tidak berguna oleh ayahnya yang keras dan otoriter. Dalam keluarga yang mengagungkan prestasi akademik dan kesuksesan finansial, minat Angga terhadap seni dianggap sebagai hal sepele yang tidak memiliki masa depan. Hari demi hari, Angga dihujani kata-kata kasar dan sindiran yang menorehkan luka di hatinya. Di sekolah, Angga juga bukan siapa-siapa. Ia adalah bayangan yang tak terlihat, seorang anak yang duduk di pojok kelas, diam tanpa suara. Hanya secarik kertas dan pensil yang menjadi sahabat setianya. Namun, dalam dunia sketsa hitam-putih itu, Angga merasa bebas. Ia bisa menciptakan dunia yang ia inginkan - dunia di mana ia adalah pahlawan utama yang tak tertandingi. Namun, semua itu berubah ketika Angga bertemu dengan seorang mentor tak terduga, seorang pelukis jalanan yang pernah merasakan pahitnya diremehkan. Lewat bimbingan mentornya, Angga mulai menemukan kekuatan dalam dirinya. Ia belajar bahwa setiap goresan pensilnya adalah suara yang tak lagi bisa diabaikan. Seiring waktu, Angga mulai menunjukkan kemampuannya. Namun, ketika kesempatan besar datang - sebuah kompetisi seni bergengsi - Angga harus memilih antara mengejar mimpinya atau tetap tunduk pada bayangan sang ayah. Akankah Angga berhasil membuktikan bahwa ia lebih dari sekadar bayangan, atau justru tenggelam semakin dalam dalam cemoohan dan keraguan?

Подробнее
WpActionLinkТребования к контенту