Beautiful Melodies

Beautiful Melodies

  • WpView
    Reads 326
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 14, 2016
Kita tidak bisa merubah awal yang buruk namun, kita bisa mengubah akhir yang buruk menjadi akhir yang indah. * "Semoga gue ga terlambat" ucap Kevin sembari berlari menaiki anak tangga. Suara musik jazz indah sudah mulai terdengar di koridor gedung. Membuat Kevin penasaran dengan pianist yang memainkan alunan musik indah itu. "Ye tepat waktu" ucap kevin Matanya menyapu seisi ruangan. Tanpa sadar setetes air mata sudah jatuh di pipinya. "Terimakasih tuhan , atas semua kasih mu untuknya. Tuhan, berikan aku 1 kesempatan untuk mengubah akhir yang buruk ini menjadi akhir yang indah " kevin membatin sembari mengusap wajahnya dengan kedua tanganya. Dilihatnya wanita itu dari jarak jauh. ya.. wanita itu sudah berubah . Ia jauh terlihat lebih anggun sekarang dengan gaun hitam yang ia pakai. "Apa kepergian gua selama bertahun tahun ini bakalan dimaafin sama dia?" Ucap Kevin sembari berlari pergi menjauh dari ruangan itu. Apakah Kevin terlambat untuk merubah akhir yang buruk ini?.
All Rights Reserved
#392
ldr
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Echoes of past Longing
  • Another Goodbye (The Other Side 2)
  • Ms. Moody & Mr. Arogan[STILL ON PROGRESS]
  • Karena Kamu Rumahnya
  • Circle Of Time [Completed]
  • River Flows In U √
  • Extricate
  • Tired Of Love
  • Music From Badboy✓

Sejak bangku Sekolah Dasar, Kate dan Livia telah berbagi cerita, tawa, dan rahasia kecil yang hanya dimengerti oleh sahabat sejati. Kini, di usia dua puluh tahun, kedekatan mereka tak pernah luntur. Kate adalah sosok yang jatuh cinta pada kata-kata. Ia menulis puisi seolah-olah sedang mencurahkan isi hatinya, membaca buku seperti melarikan diri ke dunia lain. Musik adalah pelengkap dunianya-sesekali ia bermain piano, memetik gitar, bernyanyi lirih, atau memasak camilan kecil sebagai teman senyap dalam kesendiriannya. *** Pertemuan pertamanya dengan Harley terjadi begitu sederhana-di perpustakaan, ketika laki-laki itu secara tidak sengaja menyenggolnya. Dari insiden kecil itu, tumbuh sesuatu yang jauh lebih besar dari yang pernah mereka bayangkan. Enam tahun mereka bersama, menulis kisah yang indah sekaligus rumit. Hingga suatu hari, tanpa kata yang cukup, mereka memilih untuk berjalan di jalan yang berbeda. Bukan karena tak cinta, tapi karena cinta saja tak lagi cukup. Kini, setelah sekian waktu berlalu, Harley datang kembali-membawa tawaran yang mengusik hati Kate. Ia ingin Kate menjadi vokalis di band-nya. Pertanyaannya: akankah Kate mengiyakan, saat hati mereka pernah retak oleh kisah yang belum tuntas? -Happy Reading, enjoy every page!

More details
WpActionLinkContent Guidelines