We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Beautiful Melodies

Beautiful Melodies

  • WpView
    Reads 326
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 14, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Kita tidak bisa merubah awal yang buruk namun, kita bisa mengubah akhir yang buruk menjadi akhir yang indah. * "Semoga gue ga terlambat" ucap Kevin sembari berlari menaiki anak tangga. Suara musik jazz indah sudah mulai terdengar di koridor gedung. Membuat Kevin penasaran dengan pianist yang memainkan alunan musik indah itu. "Ye tepat waktu" ucap kevin Matanya menyapu seisi ruangan. Tanpa sadar setetes air mata sudah jatuh di pipinya. "Terimakasih tuhan , atas semua kasih mu untuknya. Tuhan, berikan aku 1 kesempatan untuk mengubah akhir yang buruk ini menjadi akhir yang indah " kevin membatin sembari mengusap wajahnya dengan kedua tanganya. Dilihatnya wanita itu dari jarak jauh. ya.. wanita itu sudah berubah . Ia jauh terlihat lebih anggun sekarang dengan gaun hitam yang ia pakai. "Apa kepergian gua selama bertahun tahun ini bakalan dimaafin sama dia?" Ucap Kevin sembari berlari pergi menjauh dari ruangan itu. Apakah Kevin terlambat untuk merubah akhir yang buruk ini?.
All Rights Reserved
#739
kevin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Circle Of Time [Completed]
  • REASON (TAMAT)
  • Tired Of Love
  • Another Goodbye (The Other Side 2)
  • Semu [Completed]
  • Sewindu...
  • Extricate
  • Karena Kamu Rumahnya

Meraih 3 kategori dalam lomba 'Write Your Story Challenge 1' diadakan oleh @wpdorm (2017) : 🎉 Juara 3 🎉 Juara favorit 1 🎉 Juara favorit 2 🔢🎨🔢 [This story has been revised] Kevin memang tidak sespesial laki-laki di dunia fiksi. Pianis sekolah yang selalu nyaris mendapatkan rengking terakhir. Tapi, nilai matematikanya 100! Aneh, bukan? Kevin memutuskan membangun sekat kokoh dengan orang di sekitarnya setelah kejadian di masa lalunya, dan tanpa ia sadari, dia mulai jatuh cinta pada seorang perempuan monoton di sekolahnya. Tidak spesial. Riska juga hanya perempuan rajin pengejar akademik yang mengejar cita-cita masa depan. Tapi, dia sangat gemar menutupi perasaan malunya dengan sikap galak. Dan menurut Kevin, itu justru membuatnya menarik. 🔢🎨🔢 Ini hanya kisah sederhana tentang kepingan waktu yang ingin disatukan. Kepingan waktu yang entah di mana-mana saja adanya. Sayangnya, kita semua tahu, memutar kembali waktu, tidak semudah memutar jarum jam. 🔢🎨🔢 Selamat membaca 🥰 This amazing cover by @without.pickles on instagram✨

More details
WpActionLinkContent Guidelines