Guitarist

Guitarist

  • WpView
    Reads 748
  • WpVote
    Votes 142
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 11, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
"Disetiap petikan gitarnya, ternyata terdapat cinta yang ia berikan untukku. Hanya saja aku terlambat mengetahuinya dan itu membuat melodi cinta terhenti untuk waktu yang lama" - La Bela Gloria . . "Lagu yang kumainkan hanya untuknya. Tapi tak semua bait ia mengerti apa maksudnya. Iramaku memang rumit dengan ketukan yang sulit. Tetapi aku percaya, karya cinta ini akan ia dengarkan dan ia sukai" - Victory Andrea . . "Aku hanya bisa mendentingkan piano, bukan hatimu. Jadi jangan salahkan dirimu jika kau menyukainya. Kau terlalu banyak mengalah untuk lagu indah kita. Sayang, karya kita tak sempat tercipta" -Alexander Joysse
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • H-30 (Freenbecky)
  • Music is Love
  • Kembali (SUDAH TERBIT)
  • That Playgirl is Mine
  • You Belong To Me.
  • Aku Takut Dicintai
  • SHATTERED ILLUSIONS (TAMAT)
  • The Rhythm Of Us
  • Music From Badboy✓

Di luar gedung pernikahan, di bawah langit yang mulai memerah, terdapat seorang wanita yang terjatuh, duduk membungkuk dengan wajah tertutup tangan. Halaman depan gedung itu menjadi saksi bisu betapa hancurnya hati seseorang yang sedang meratapi takdirnya. Dialah Freen. Tangisannya terdengar jelas, mengalir deras, seolah mengeluarkan segala rasa sakit yang selama ini terpendam. Kini, semua rasa itu menyatu, menggunung, begitu berat, setelah menyaksikan puncak kepedihannya. Becky-satu-satunya wanita yang begitu ia cintai-telah bersanding dengan pria pilihan hatinya. "Freen!" teriak Nam, yang berlari menghampiri sahabatnya itu. Tanpa ragu, Nam memeluknya erat, ikut merasakan kepedihan yang tak terkatakan. Nam tak bisa menahan air matanya. Hatinya pun remuk melihat sahabatnya begitu hancur. "Maafkan aku, Freen," ujar Heng dengan suara penuh penyesalan. "Aku... aku tak bisa mencegahnya." Freen hanya terisak. Tanpa bisa berkata apa-apa, ia menutup wajahnya dengan kedua tangan, tubuhnya bergetar hebat, dan rasanya seolah dada ini akan meledak. "Becky... dia sudah jadi milik orang lain sekarang..." suara Freen tercekat, semakin tertahan oleh tangisannya yang tak bisa dihentikan. Nam menggigit bibir, menunduk, seolah tak lagi memiliki kata-kata yang bisa menghiburnya. "Sudahlah, Freen... kau sudah berjuang dengan sekuat tenaga," kata Heng dengan suara berat. "Kau sudah melakukan yang terbaik." "Aku gagal, Heng... aku gagal," ucap Freen dengan air mata yang terus mengalir, membasahi pipinya. "Aku tak bisa membuatnya tetap di sini, bersama aku." Heng menundukkan kepala, tak kuasa menahan air mata yang kini mengalir di pipinya. Yang bisa ia lakukan hanya memeluk Freen, menemani sahabatnya yang tengah hancur, menangis bersama di tengah keheningan malam.

More details
WpActionLinkContent Guidelines