You've Got Your Dissert

You've Got Your Dissert

  • WpView
    Membaca 194
  • WpVote
    Vote 14
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung5m
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Feb 9, 2016
Dari senyum itu pula aku bisa menemukan pusat kebahagiaan. Saat jari kelingking, telunjuk dan ibu jari yang kita pertemukan sebagai ketulusan hati yang saling kita berikan. Aku kehilangan cahaya kasih itu karena terhalang oleh cahaya pelacur yang kau bagikan. Kau tak akan mengerti bagaimana kesepianku walau bersamamu, cinta. Memaafkan dia yang menyakitiku memang berat bahkan aku mencoba untuk memaafkan cinta dan diriku sendiri yang membiarkan dia menusuk kebahagiaanku. Aku, yang merasakan pagi mendung dengan rintik hujan yang abadi dalam pelukannya, merasakan ada harmoni kehangatan yang datang bersama angin menembus setiap kulit tebalku untuk tinggal, menyakiti lalu pergi untuk meninggalkan isakan tangis. Semenjak itu, luka kunamai doa. Aku sadar bahwa kehilangan tak lagi membutuhkan air mata.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • If It Ain't Love, Then I Don't Know What Is
  • Whispers Of Withering Hearts |✔
  • OFFERED AT MIDNIGHT
  • MY BELOVED OFFICER✔
  •  ♡Her supporter : A journey of healing hearts ♡
  • Cynical Souls
  • 𝕲𝖍𝖔𝖚𝖑╔╝| 𝐌𝐲 ��𝐇𝐞𝐫𝐨 𝐀𝐜𝐚𝐝𝐞𝐦𝐢𝐚 𝐱 𝐓𝐨𝐤𝐲𝐨 𝐆𝐡𝐨𝐮𝐥 𝐀𝐔

Senior high school was probably one of the best moments in life, at least for certain folks. We learn the meaning of life from those periods. It only happens 3 years for the majority of people. But the moments still linger on our mind. Example? Here it goes... "They say teenage romance is awkward-but nobody said it would come with strawberry perfume, secret siblings, and a weeb girl who could read minds..." "'Are you seriously making out with your twin?!' I screamed. Dani stood frozen. Daisy ran. And somehow... this all started with candied flowers." "An absolute affection coming from absurd person? Shining Glasses included... such an irony". And many more absurdity follows... Putra, a normal student that has been dragged everywhere... This story is based on an Indonesian High School, where a male teen discovers a new perspective on affection. *Notes - Sorry for my basic, amateurish English and story telling. I'll do my best to improve. Peace.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan