Senyum Untuk Airy

Senyum Untuk Airy

  • WpView
    LECTURAS 82
  • WpVote
    Votos 6
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, abr 26, 2016
Janji itu.. Mampukah Airy memenuhinya sedang gelap masih menyelimuti hati dan dunianya?? Bagaimana Cara Airy menghangatkan kembali hati kekasih Jingga sedang hatinya sendiri begitu dingin dan membeku?? "Hmm..walau aku cemburu, tapi bisakah kau melihat dan menjaganya untukku?"Tanya Jingga sembari tersenyum hangat. Airy menatap ragu sahabatnya dengan linangan air mata yang ditahannya, hingga tangan hangat sahabatnya itu menggengam hangat tangannya, mengharap jawaban 'iya' dari gadis yang begitu dikagumi dan disayanginya itu. "Rey..namanya Rey..dan...teeeriiimaaa kaasiiihhhhh..."Ujar Jingga sebelum menutup matanya, membawa gambaran wajah sendu Airy ditidur panjangnya..
Todos los derechos reservados
#31
senyuman
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Inginku Memilikimu
  • Heart to you.(END)
  • Perayaan mati rasa
  • A Day In My Love
  • My Little Monster - Completed
  • LOVE in SILENCE
  • Arabella[END]
  • Senja Yang Tak Kembali
  • Dia Arsen (END)
  •  Widower's Fat Wife [End]

Walaupun aku tahu, aku sudah berkali-kali membuat kesal bahkan marah. Dan saat kamu kecewa denganku, aku datang dengan wajah tidak berdosa. Disaat aku sedih, kamu yang ada disampingku. Saat aku bahagia pun, kamu merasa bahagia walau aku tahu, tersirat ada rasa keKECEWAan. Namun demi membuatku tersenyum, kamu mengeluarkan beribu cara untuk menyembunyikan semua itu. Maafkan aku! Aku tidak tahu! Sumpah! Aku tidak mau salah memilih lagi! Aku tidak rela kamu bersama yang lain. Mungkin aku egois, karena hati. Hati aku yang selalu menuntunku untuk memilihmu. Prilly. Sungguh, aku sudah tak kuat menerima kenyataan ini. Dia sudah bahagia! Tapi aku tetap mengharapkannya! Kenapa Tuhan! Kenapa Engkau mengirim aku hanya untuk menjaganya, bukan memilikinya! Aku ingin menangis menyaksikan semua ini! Tapi aku tak mau terlihat lemah. Aku harus kuat. Tapi, saat dia menceritakan apa yang terjadi hari ini dengan senyum riangnya, ya? Aku senang. Apakah aku harus rela melepaskannya untuk orang lain yang disukainya?! Aku tak rela Tuhan! Aliando.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido