No Name

No Name

  • WpView
    Reads 129
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 28, 2016
Sebelum ini dimulai dunia terasa aman Berhati-hati dengan langkahmu. Lihat siapa yang didekatmu, mungkin itu bukan kami melainkan mereka. Mereka yang tak akan pernah tersebut oleh siapapun. Mereka yang tak pernah tersentuh orang lain bahkkan tempat tinggal mereka tak ada seorangpun yang tau bahkan ingin tau. Siapakah mereka? Jika kau ingin tahu ikuti semua yang kuminta dan aku akan memberitahumu. Bagus, kau mengikutiku. Terus ikuti aku dan jangan bertanya aku siapa. Tutup mulutmu rapat-rapat dan dengarkan dengan baik. Kau buka matamu lebar-lebar lihat semua kegelapan disekitarmu. Kau kelaparan dan kehausan tapi rasa ingin tau mu lebih dari apa yang kau butuhkan. Karena semua cerita rakyat bodoh itu kau seperti ini, lupa akan rumahmu yang nyaman dan aman. Kau bahkan berlari karena dikejar hewan buas, megitari hutan, menaiki gunung, menuruni lembah, berlindung dari segala yang terjadi. Apakah kau begitu menginginkan mereka? Kau mengeluh tapi kau tetap melanjutkan ini semua. Ya pertunjukan akan dimulai sekarang, tak ada waktu untuk berhenti bahkan waktu untuk melamun saja tak ada. Bernafas lega? Hanya tahayul. Terima dengan apa yang kau pilih sekarang, tak usah menyesali apa yang kau pilih.
All Rights Reserved
#72
warewolf
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DOSA DIAM
  • code name: Motera
  • Setan Merah
  • DUNWICH
  • THE ANGVILS [ON GOING]
  • in ROOM
  • The Virus Z
  • ADLINA [Tahap Revisi]
  • Where am I?
  • Now You See Me
DOSA DIAM

Di balik pagar tinggi dan lantunan ayat yang terus mengalun, ada tempat yang tampak damai. Setiap hari diatur oleh jadwal yang sama, suara azan yang memanggil, dan wajah-wajah yang seolah tenang. Tapi ketenangan tak selalu berarti aman. Beberapa datang ke tempat itu untuk mencari ilmu, sebagian untuk mencari arah. Namun ada yang datang membawa beban yang tak kasat mata, beban yang tak bisa ditinggal di luar gerbang. Di dalam kamar-kamar sempit dan lorong-lorong yang tak pernah benar-benar sepi, sesuatu mengintai. Bukan sosok. Tapi perasaan. Tekanan. Dendam. Dan rasa bersalah yang tak pernah padam. Apa yang terjadi di masa lalu seolah terkubur rapi. Tidak ada yang berani membicarakannya, apalagi menanyakan. Tapi diam tidak pernah benar-benar memadamkan kebenaran. Ia hanya menundanya... sampai waktunya tiba untuk muncul dalam bentuk yang tak terduga. Dan ketika suara-suara samar mulai terdengar saat malam tiba, ketika tatapan menjadi dingin dan doa-doa terasa hampa-seseorang tahu bahwa tempat itu tidak lagi menjadi tempat berlindung. Tapi medan perang yang sunyinya bisa membunuh siapa saja yang memilih tetap diam.

More details
WpActionLinkContent Guidelines