THAT SMELL OF DROPS AND DUST

THAT SMELL OF DROPS AND DUST

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 1, 2019
Apa kau pernah merasasakan perasaan rindu di kala hujan? Ruangan yang menjadi temaram. Suara merdu telitik jejalanan yang terguyur deras. Bau petrikor yang timbul, melayang pelan ke ruang-ruang. Terkadang kalian akan teringat masa kecil. Terkadang justru kekasih yang lama pergi, atau anak yang terlanjur dewasa meninggalkan orang tuanya. Memori-memori kembali muncul setelah lama melayang-layang diatas awan, menerjang kembali dalam butir-butir air hujan. Detektif Febrilia menamakannya Melankoli Derap Air Hujan. Semua orang pasti pernah merasakannya Namun bagaimana jadinya jika ketika hujan datang bukan memori-memorimu saja yang muncul ke permukaan. Okto adalah seorang Pluviophile yang dapat mengintip memori orang-orang yang muncul ketika hujan datang. Dengan kemampuan Okto, Detektif Febrilia dapat mengungkap kasus-kasus yang tidak pernah bisa terungkap sebelumnya. Bahkan tentang rahasia-rahasia yang tengah disembunyikan oleh dunia.
All Rights Reserved
#456
historical
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • in ROOM
  • KAELVOSS - Velvet Trap
  • Hiperbola Hati (COMPLECTED)~
  • Petrichor | Versi Revisi [tamat]
  • Lelaki Bermantel Panjang
  • Possessed by You
  • When You Left Again [Selesai]
  • GATE OF DESTINY
  • Kesempatan Kedua Mengubah Masa Depan
in ROOM

Apa yang kau lakukan jika setiap harinya kau terbangun di ruangan yang tidak kau kenal di dalam sebuah fasilitas layaknya seorang pasien-tahanan? Apa yang kau lakukan jika ada rentang memori yang hilang dalam benakmu? Apa yang kau lakukan jika kegiatanmu dalam delapan jam kedepan akan kau lupakan meski kau tak berniat untuk itu? Dan apa yang kau lakukan jika petunjuk yang kau punya hanya tiga kalimat yang terus berdengung dalam kepalamu, 'Ada sesuatu ditubuhmu.' 'Kau lihat, jangka waktu memorinya hanya sekitar tujuh jam.' 'Terlalu berbahaya membedah otaknya.' Aku mengalaminya... Entah berapa tahun aku seperti ini, dan aku bahkan tak pernah melihat wajahku lagi sama sekali. Tidak ada cermin, tidak ada petunjuk waktu yang jelas, dan tidak ada istriku disini. Dan itu terjadi hari demi hari. Hingga suatu hari, kesempatan untuk 'cari tahu' itu datang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines