Love to Sky

Love to Sky

  • WpView
    Reads 3,551
  • WpVote
    Votes 83
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 12, 2016
WpInfo
Non-Fiction
Kesya Jovita Anggara. Seorang mantan playgirls yang berusaha lari dari masa lalunya yang kelam. Namun apa jadinya ketika proses hijrah yang dijalaninya justru mempertemukannya kembali dengan "dia" yang namanya tak pernah hilang dan ingin Kesya kubur dalam memori paling gelap dalam hidupnya? Yang bisa Kesya lakukan hanyalah kembali mengharapkan "dia" lewat syair doa-doa panjangnya. Tapi, manusia hanyalah arsitek yang bisa merancang. Dan sang eksekutor tetap saja Dia, sang Pencipta. "Setiap doa yang terkirim ke halaman langit akan diterima. Entah betul-betul diterima, atau diganti menjadi lebih baik. Jadi, yang bisa aku lakukan hanyalah menunggu yang terbaik dari-Mu." (Kesya Jovita Anggara_Abdillah )
All Rights Reserved
#523
islam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dia, Pangeran (Revisi)
  • senja di matamu
  • ANTRIAN DOA
  • Sepertiga Malam Tentangnya
  • Maaf untuk Berpisah
  • MAS !
  • A Hundred Days Closer [On Going]
  • Five Meters To Many Thousands Kilometers
  • Ana Uhibbuka Fillah ( TAMAT  )
  • acha's secret ;✔

Joya Sheeva Atmaja, perempuan dengan sebutan "Peri Kecil" bagi Ayah kandungnya, kini mengalami banyak kepahitan dalam hidup. Kedua manik matanya telah dirampas untuk mempertontonkan adegan-adegan pilu yang menyengsarakan hidup ibunya. Kehidupan yang diagung-agungkan akan berjalan penuh kebahagian, ternyata menjadi jurang yang membawa segenap nestapa. Derai air mata telah jatuh bertubi-tubi seiring proses bertumbuhnya. Sayangnya, kesedihan itu tak cukup sampai di situ. Ia juga harus kehilangan cintanya. Cinta yang ia anggap sebagai kepercayaan terakhirnya. Kini, tak adalah yang tersisa atas nama cinta. Hidup terus berjalan, manusia-manusia baru bermunculan. Kini, ke manakah langkah kaki dan hati nurani itu memilih? Mungkinkah, masa-masa trauma itu akan kembali menjadi rentetan panjang tak berujung, ataukah berhenti menuju lorong penuh kebahagiaan? "Enggak ada kesedihan yang abadi, Jo. Karena kebahagiaan akan selalu punya ruang untuk hadir. Kita hanya perlu berdamai, berteman dengan bagian dari diri kita yang lainnya," ucap seseorang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines