Regret
  • WpView
    Reads 64
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 30, 2016
Setiap hari Robby selalu dibuat kesal dengan kelakuannya Devi, temannya sejak kecil. Tapi bagaimana jadinya jika tiba-tiba Devi pergi meninggalkan Robby? Akankah Robby senang? Dan kemana perginya Devi?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aizam dan November
  • ADIOS [END]
  • Let Go [Completed]
  • Garvitara [END]
  • PERSAHABATAN
  • RUMIT✔️
  • 00.00

[END] Waktu Aizam berumur 6 tahun, Bunda pernah bilang bahwa Aizam adalah putra yang selama ini mereka nantikan setelah 3 tahun menikah. Penantian Ayah dan Bunda terjawab sudah, putra pertama yang dinanti-nantikan itu pada akhirnya lahir dengan hati seluas samudera. Kalau kalian mengira terlahir sebagai anak yang paling dinantikan adalah sebuah bentuk kemenangan karena mungkin akan dijaga mati-matian dari yang namanya luka, Aizam tidak begitu. Di sini lah Aizam berdiri. Di tumpuan kakinya sendiri yang ringkih dan punggung tegap yang sebenarnya rapuh. Kehilangan sudah akrab sekali dengan Aizam. Apa pun yang ia punya, seringkali direnggut paksa hingga tak bersisa. Bahkan ketika yang ia punya hanya dirinya sendiri, mereka masih tanpa ragu merenggutnya secara paksa. Sehingga yang tersisa hanyalah Aizam yang tak utuh lagi, membuat kepalanya berisik dipenuhi berbagai macam pertanyaan yang entah sampai kapan tak memiliki jawaban. Sebenarnya Aizam ini siapa? Sebenarnya Aizam ini sekuat apa? Sebenarnya Aizam ini apa artinya bagi Ayah dan Bunda? Aizam butuh obat. Butuh pereda untuk sesuatu di dalam sana yang butuh sebuah pengalihan rasa sakit. Mungkin, pergi yang jauh dan menyibukkan diri mungkin dapat menjadi obat baru bagi Aizam di saat tak ada satu pun tangan yang terulur untuk membantunya sembuh, begitu pikirnya. Hingga kemudian, setelah beberapa waktu yang tak bisa disebut sebentar, ada momen di mana bundanya berdiri dengan tubuh rapuh, lalu memeluk erat sosok di depannya dengan hati remuk, menumpahkan segala sesal yang ia pendam seluruhnya di dada. "Mas, aku mulai lupa suara putraku .... Aku lupa gimana suara Aizam." [Aizam dan November] Highest rank #2 in Angst #1 in SMA Start : April 2023 Finish : Januari 2024

More details
WpActionLinkContent Guidelines