Bengkok

Bengkok

  • WpView
    Reads 349,611
  • WpVote
    Votes 7,235
  • WpPart
    Parts 40
WpMetadataReadComplete Wed, Oct 19, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
"Iya, aku bengkok. Kenapa? Aku pun tak tahu. Sejak aku mengenal erti cinta, hati aku terpaut pada seorang insan bergelar perempuan." Ini adalah kisah perjalanan hidup Zee, seorang tomboy, di dalam dunia LGBT. Tidak semua orang dilahirkan dengan naluri yang normal. You just have to accept yourself or you'll stuck in the closet forever feeling sad and lonely. Kau takkan tahu apa yang menunggu di sebalik pintu kalau kau terus bersembunyi. Mungkin kau akan temui jalan yang benar atau sebaliknya. At least, kau tak stuck. Move forward! Untuk golongan yang curious, this is how I roll. Nah, just kidding. Some are just my imagination. WARNING! Please do not try being gay. Once you go gay, you'll always be gay. Thank you for reading!
All Rights Reserved
#292
malay
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • To Love Is To Break
  • BATRISYIA
  • My Dear Mr.Annoying💖
  • Tercipta Untukku
  • What you waiting for
  • Cerita Tiga Segi
  • Ivy Layla  [C]

[ON-GOING] : 24TH MAY 2025 - s l o w u p d a t e - ────୨ৎ──── Mereka kata cinta pertama sukar dilupakan. Tapi bagi Nur'Esme Athalia-memori cinta pertamanya bukan sesuatu yang ingin dikenang. Ia bukan manis seperti dalam filem, tapi penuh luka yang terlalu dalam, sampai dia tak sanggup menoleh ke belakang. Namun hidup, seperti biasa, tak pernah semudah itu. Bila waktunya tiba, Esme terpaksa juga berdepan dengan bayang masa silam-sama ada dia mahu atau tidak. "Do you believe in second chances?" soal Syed Maheer'Alhan tiba-tiba, suaranya tenang tapi cukup untuk membuat jantung Esme berdegup laju. Esme terpaku. Nafasnya seperti tersekat. Dia yakin ini kali pertama mereka bersua-tapi kenapa lelaki ini terasa... familiar? "Hah?" Alhan hanya tersenyum senget, santai. "Nothing. Just wondering." Kemudian dia melangkah pergi, seolah-olah tiada apa pun yang berlaku. Tinggal Esme yang berdiri kaku, dengan ekspresi bingung bercampur geram. "Apa masalah mamat tu..." dia menggumam perlahan, cuba menenangkan diri namun tapi dalam hati, dia tahu. Soalan itu bukan sekadar main-main. Dia yang kita tinggalkan di belakang, kadang-kadang ditulis semula sebagai penentu di hadapan. Lucunya hidup, orang yang kita anggap tinggal dalam sejarah, selalunya tahu jalan pulang, tanpa perlu dicari. Second chances don't always come knocking twice. So when it does... will Esme take it? ────୨ৎ──── Sincerely, Author Sy. p/s : this version belum full revision lagi, after completed will do it asap. if you saw a typo or any misspelling, do mention it. thank you!

More details
WpActionLinkContent Guidelines