Romansa Hujan

Romansa Hujan

  • WpView
    Reads 2,973
  • WpVote
    Votes 178
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadComplete Fri, Oct 13, 2017
Gadis itu sangat menyukai hujan. Pria itu memiliki rahasia di tengah hujan. Keduanya bertemu di tengah hujan. Saat tatapan mereka bertemu, dunia mereka berubah. Bagi Alya, kehadiran pria itu membawa warna di harinya yang monokrom. Bagi Lee Jeong Hwan, gadis itu membawa sesuatu yang lain dari biasanya. Kebenciannya terhadap hujan berubah ketika gadis itu datang secara tiba-tiba, seperti hujan yang turun tanpa manusia bisa duga. Hujan yang mempertemukan, hujan yang menghadirkan badai, hujan yang memisahkan... Dan hujan mempertemukan kembali.
All Rights Reserved
#1
romansahujan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Antara Keheningan
  • Narasi Hujan [TAMAT]
  • BE MY RAIN | Sequel
  • Dalam Rintik yang Sama
  • ALISYA &Alvaro
  • Light Of Love (YIZHAN)✅
  • Loved You (Yizhan)
  • Hello Daddy, Appa ! (Remake) ~YiZhan
  • di balik layar (yizhan)

Hujan turun tanpa henti, membasahi setiap sudut kota yang kelabu. Di antara orang-orang yang terburu-buru mencari tempat berteduh, satu gadis berdiri sendiri di tepi jalan. Basah kuyup, tubuhnya gemetar, tapi tatapannya tetap lurus ke depan. Ia melangkah perlahan, tanpa tahu... lampu lalu lintas telah berubah hijau. Dari balik kaca toko roti kecil, seorang pria melihatnya. Tanpa pikir panjang, ia menerobos keluar, menerjang hujan, dan menariknya mundur sebelum suara klakson menyayat udara. "Ya Ampun, kalau mau nyebrang lihat sekeliling dulu, dong!" Gadis itu hanya terdiam. Matanya menatap kosong, tidak takut... hanya asing. Kemudian ia mengangkat tangan, dan dengan gerakan sederhana yang nyaris tak terlihat, ia berkata tanpa suara: Aku tidak bisa mendengar. Saat itu, waktu seakan berhenti. Di bawah hujan yang deras, dua orang yang tumbuh di dunia yang berbeda-saling bersentuhan untuk pertama kalinya. Bukan dengan suara, tapi dengan rasa. "Dunia kami mungkin berbeda, namun dalam keheningan dan kebisingan itu, kami menemukan cara untuk saling merasakan dan mengerti." - Rakasha.

More details
WpActionLinkContent Guidelines